Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Geliatkan Wisata Sejarah, Pemkot Matangkan Konsep Madiun Heritage

Mizan Ahsani • Senin, 14 Agustus 2023 | 02:00 WIB
JENDELA SEJARAH: Wali Kota Maidi menunjukkan buku yang turut memuat sejarah Kota Madiun, dari perspektif peneliti di Belanda. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
JENDELA SEJARAH: Wali Kota Maidi menunjukkan buku yang turut memuat sejarah Kota Madiun, dari perspektif peneliti di Belanda. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah pembangunan yang jor-joran, pemkot masih setia mempertahankan bangunan-bangunan tua peninggalan Hindia Belanda di Kota Madiun. Mayoritas di antaranya malah ditetapkan sebagai cagar budaya.

‘’Sebagai kota yang maju, tentu harus bisa merawat bangunan bersejarah yang ada,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi kemarin (12/8).

Beberapa bangunan lama peninggalan Hindia Belanda yang masih kokoh berdiri itu pun sudah direvitalisasi. Seperti balai kota, bakorwil, SMPN 1, SMPN 3, Masjid Kuno Kuncen, Masjid Kuno Taman, kompleks Gereja St Cornelius, rumah Kapitan, hingga rumah tahanan (rutan) militer yang pernah menjadi tempat pengasingan Sutan Sjahrir.

Pun, Maidi berencana untuk menjadikannya sebagai bagian dari kawasan wisata heritage. Saat ini, konsep tersebut terus dimatangkan dan dikomunikasikan. ‘’Untuk bosbow misalnya. Kita sudah komunikasi dengan Perhutani untuk pengembangannya ke depan,’’ ujarnya.

Dengan dipertahankannya beberapa bangunan bersejarah itu, lanjut dia, ke depan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda Kota Madiun. ‘’Tidak masalah bangunan mengalami perubahaan. Asalkan ada informasi sejarah yang masih dipertahankan untuk edukasi,’’ terang Maidi. (her/prog)

Bangunan Bersejarah di Kota Pendekar

 

Editor : Mizan Ahsani
#Maidi #hindia belanda #bangunan tua #kota madiun #heritage