Jawa Pos Radar Madiun - Makam Kembang Kuning adalah kompleks permakaman ketiga yang dibangun pemerintah Hindia Belanda setelah makam di Krembangan dan Peneleh.
Kompleks makam seluas 15 hektare di bukit Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, ini dibangun pada tahun 1917 sebagai pengembangan dari Makam Peneleh dan Krembangan yang sudah penuh.
Namun demikian, di kompleks makam yang di dalamnya terdapat makam kehormatan militer Belanda bernama Ereveld ini, menyimpan banyak kisah misteri yang menarik untuk diulik.
Salah satunya adalah keberadaan patung seorang pilot atau penerbang yang dapat dijumpai sekitar 200 meter dari akses masuk Makam Kembang Kuning dari sisi barat.
Patung pilot berwarna putih dengan posisi duduk ini kerap membuat sebagian orang penasaran dengan fenomena mistis yang mengiringinya.
Sosok patung pilot ini sekilas terlihat seperti orang asli dengan setelan seragam lengkap penerbang serba putih dengan helm pilotnya.
Posisinya yang sedang duduk berpangku tangan menggambarkan suasana yang sedang dialaminya.
Lengan kanannya berkacak pinggang sedang lengan kirinya berpangku di atas paha kiri dengan wajah yang tampak tertunduk sedih.
Namun, sorot matanya seolah terarah pada siapa saja yang melihatnya.
Konon setiap Kamis malam Jumat, patung pilot ini membuat banyak orang yang berkunjung ke Makam Kembang Kuning mengalami kejadian-kejadian aneh yang membuat bulu kuduk merinding.
Sebab, patung pilot yang seolah seperti orang beneran ini disebut bisa berubah posisi atau mengedipkan mata seraya menggerakkan kepalanya pada orang yang kebetulan melewatinya.
Salah satu petugas Makam Kembang Kuning, Jumiran, mengakui bahwa patung pilot itu memang menyimpan hal-hal yang mistis.
Ia bahkan mengaku pernah mengalami sendiri kejadian aneh ketika patung pilot itu seperti tiba-tiba berkedip kepadanya saat dirinya membersihkan makam sekitar pukul 5 pagi.
Namun demikian, pemerhati sejarah Surabaya, Kuncarsono Prasetyo mengatakan bahwa fenomena tersebut adalah bagian dari cerita yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dibuktikan kebenarannya.
Ia mengatakan bahwa patung pilot itu sejatinya adalah patung seorang penerbang warga Belanda, Alfred Emile Rambaldo.
Rambaldo adalah pendiri klub balon udara pertama di Hindia Belanda dan merupakan orang Belanda pertama yang menerbangkan balon udara di wilayah Hindia Belanda.
Sayang, ia meninggal dunia saat menerbangkan balon udara dari Surabaya ke Semarang pada 5 Agustus 1911.
"Dia jatuh dari ketinggian 10 meter saat berupaya turun dari balon udara yang mendarat darurat di hutan jati Desa Nglebur, Jiken, Blora, Jawa Tengah," tuturnya, mengutip JawaPos.com.
Jenazah Rambaldo kemudian dimakamkan di kompleks makam Kembang Kuning Surabaya.
Untuk mengenang jasa Rambaldo yang penting bagi dunia penerbangan Belanda masa itu, pemerintah militer negeri Ratu Wilhelmina ini sempat membangunkan patung atau monumen untuknya di belakang gedung negara Grahadi di kawasan Kroesen Park yang kini bernama Taman Apsari.
Pada 1960-an di era kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia kemudian membongkar patung Rambaldo ini dan diganti dengan patung Gubernur Soeryo yang tak lain adalah gubernur pertama Jawa Timur yang meninggal dieksekusi PKI di hutan Sonde, Ngawi. (*)
Editor : Mizan Ahsani