Jawa Pos Radar Madiun – Dari kejauhan, aroma bakaran daging menyusup ke hidung, diiringi asap tipis dari tungku arang yang menyala di ujung bangku kayu sederhana.
Pemandangan itu bisa ditemui di Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun—sekitar 20 menit dari pusat Kota Madiun—tempat berdirinya warung yang terus diperbincangkan oleh para pencinta kuliner: Sate Gule Kambing Muda Dungus.
Jangan bayangkan tempat ini seperti restoran dengan pencahayaan hangat atau papan nama mencolok.
Justru dari kesederhanaannya, kenangan akan rasa terpatri. Warung ini telah menjadi ikon kuliner Madiun karena racikan satenya yang khas, menggunakan kambing muda berusia maksimal satu tahun.
Tak heran, tekstur daging yang disajikan begitu empuk, bahkan tanpa perlu proses perendaman seperti cuka atau nanas yang biasa digunakan pada daging kambing.
Potongannya ditusuk tanpa lemak berlebihan, dibakar perlahan di atas bara, dan dibolak-balik dengan telaten.
Setelah matang sempurna, sate disajikan dengan sambal kecap, irisan cabai rawit, dan bawang merah—sebuah perpaduan sederhana yang justru memperkuat karakter rasa.
Jika sate adalah bintang, maka gulenya adalah panggung megah. Kuahnya berwarna kuning keemasan dan kental, dengan aroma kapulaga, kayu manis, dan serai yang menyatu harmonis.
Bagi sebagian orang, sensasi mencicipi gule di sini bisa membuat terdiam.
Disajikan bersama nasi hangat, potongan daging, dan kadang jeroan bagi yang suka, gule ini meninggalkan jejak hangat di tenggorokan.
Bukan hanya soal rasa, atmosfer warung ini juga menambah nilai. Anda tidak akan menemukan pelayan berseragam atau menu digital.
Yang ada hanya senyuman, sapaan hangat, dan piring-piring sederhana yang membawa kelezatan.
Bahkan, menu andalan lain seperti es kelapa muda menjadi pelengkap sempurna setelah menyantap daging bakar dan kuah gule panas.
Warung ini tak hanya dikunjungi warga lokal. Pelanggan datang dari Surabaya, Ponorogo, hingga Jakarta.
Saat musim liburan, antrean kendaraan pribadi bisa terlihat menumpuk di depan warung. Banyak pelanggan bahkan rela memesan lewat telepon agar tak kehabisan.
Bagi Anda yang sedang singgah di Madiun, mencicipi Sate Gule Kambing Muda Dungus bukan hanya tentang makan sate kambing.
Ini adalah pengalaman kuliner yang membumi dan mengandung warisan rasa yang jujur dan tulus.
Dengan harga Rp 35.000 untuk 10 tusuk sate dan Rp15.000 untuk semangkuk gule plus nasi, sajian ini ramah di kantong siapa saja.
Seperti kata orang-orang yang pernah ke sana: di balik desa kecil, bisa lahir rasa yang besar. (chi/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira