Jawa Pos Radar Madiun - Kalau kamu berencana liburan ke Madiun dan ingin mencoba tempat kuliner yang beda dari biasanya, Bogowonto Culinary Center (BCC) bisa jadi destinasi wajib.
Bukan sekadar pusat makanan biasa, tempat ini menghadirkan pengalaman tak terlupakan: makan di dalam gerbong kereta api sungguhan!
Berlokasi strategis di Jalan Bogowonto, hanya sepelemparan batu dari Alun-Alun Kota Madiun, BCC menyulap area bekas rel seluas 1.200 meter persegi menjadi kawasan kuliner tematik.
Sebanyak 25 gerbong kereta api tua disusun rapi dan dimodifikasi menjadi ruang makan berkapasitas 20–25 orang per unit.
Inovasi ini langsung diresmikan oleh Wali Kota Madiun Dr. Maidi sebagai bagian dari transformasi kota berbasis kreativitas dan ekonomi lokal.
Tak hanya unik secara desain, pilihan menunya juga menggoda. Lebih dari 10 pelaku UMKM lokal terkurasi tergabung dalam Bogowonto Culinary Community.
Mereka menyajikan ragam makanan khas seperti rawon, tahu telur, dan kue putu, hingga menu kekinian seperti steak, bakso, dan nasi ayam.
Jadi, kamu bisa kulineran sambil mendukung ekonomi kreatif warga Kota Madiun.
Menariknya, semua menu dibanderol dengan harga ramah di kantong. Mulai dari Rp10.000 sampai Rp50.000, kamu sudah bisa menikmati sajian lezat dalam suasana yang tidak biasa.
Tempat makan ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 sampai 22.00 WIB.
BCC juga cocok banget buat nongkrong bareng teman, ngumpul keluarga, atau sekadar hunting foto.
Setiap sudutnya instagramable, menggabungkan nuansa stasiun kereta zaman dulu dengan atmosfer modern.
Sambil menunggu pesanan, kamu bisa berswafoto dengan latar gerbong atau lampu-lampu vintage yang bikin suasana makin estetik.
Bogowonto Culinary Center membuktikan bahwa kuliner bisa jadi bagian penting dari wisata lokal yang inovatif dan berdaya saing.
Dengan mengangkat identitas Madiun sebagai kota kereta api, tempat ini sukses menghadirkan pengalaman yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyenangkan. (ota)