Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah ramainya lalu lintas wisatawan dan megahnya gedung-gedung bersejarah di Jalan Asia Afrika Bandung.
Ada satu sosok unik yang selalu mencuri perhatian yakni seorang pria berbalut kain kafan, berdiri diam lalu menyapa wisatawan dalam berbagai bahasa asing.
Ia adalah Agung Hanapi yang kini dikenal sebagai cosplayer pocong multibahasa. Namun, siapa sangka, sebelum menjadi ikon jalanan di Asia Afrika, Agung dulunya adalah seorang tour guide profesional di Yogyakarta.
Sejak 2005, ia aktif memandu wisatawan mancanegara di berbagai hotel dan agen perjalanan terutama dari Jepang, Inggris, hingga Prancis dan Italia.
Berkat profesinya itu, ia fasih berkomunikasi dalam empat bahasa asing. Sayangnya, pada tahun 2016, Agung kehilangan pekerjaannya.
Ia pun kembali ke Bandung dan memulai babak baru sebagai seniman jalanan. Berbekal kain putih dan semangat kreatif, lahirlah karakter 'pocong' jalanan yang ramah dan fasih berbahasa asing.
Sosok ini kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Jalan Asia Afrika, terutama wisatawan yang penasaran ingin berfoto atau sekadar menyapa dalam bahasa Jepang, Inggris, atau Prancis.
Jalan Asia Afrika Bandung: Wisata Sejarah dan Budaya yang Selalu Hits
Jalan Asia Afrika bukan hanya latar belakang bagi kisah Agung Hanapi, tapi juga merupakan salah satu tempat wisata ikonik di Bandung yang wajib dikunjungi.
Jalan ini dikenal dengan nilai sejarahnya sebagai lokasi Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang mempertemukan pemimpin-pemimpin dunia.
Terletak di pusat Kota Bandung, Jalan Asia Afrika mudah dijangkau dengan transportasi umum, kendaraan pribadi, maupun ojek online.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Populer Dekat Stadion GBLA Kandang Persib Bandung, Ada Masjid Karya Ridwan Kamil
Dekat dengan Alun-Alun Bandung dan Masjid Raya, kawasan ini menjadi pusat keramaian setiap akhir pekan dan hari libur.
Tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu bebas berjalan-jalan, berfoto, dan menikmati suasana kota tua yang kental dengan nuansa kolonial.
Fasilitas dan Aktivitas Menarik di Jalan Asia Afrika Bandung
Jalan Asia Afrika Bandung menawarkan beragam fasilitas menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satunya adalah Museum Konferensi Asia Afrika, tempat edukatif yang menyimpan koleksi penting tentang sejarah diplomasi dunia.
Tak jauh dari sana, kamu bisa menemukan Gedung Merdeka, gedung bersejarah yang menjadi lokasi asli Konferensi Asia Afrika 1955 dan kini menjadi ikon budaya kota Bandung.
Di sepanjang kawasan ini, pengunjung juga akan dimanjakan dengan trotoar tematik yang menampilkan plakat nama-nama negara peserta KAA, sekaligus menjadi spot foto favorit wisatawan.
Jalan ini pun semakin hidup dengan kehadiran seniman jalanan kreatif, seperti Agung Hanapi sang ‘pocong multibahasa’, badut karakter, patung hidup, hingga pelukis sketsa.
Bagi pencinta kuliner dan suasana tempo dulu, tersedia beragam kedai dan kafe bergaya vintage yang cocok untuk bersantai sambil menikmati kopi.
Tak hanya fasilitasnya yang lengkap, aktivitas seru di Jalan Asia Afrika juga sangat beragam.
Kamu bisa berfoto bersama para seniman jalanan unik, menjelajahi bangunan-bangunan bergaya kolonial yang Instagramable hingga mengikuti tur sejarah di museum.
Pengunjung juga dapat nongkrong di trotoar yang luas dan tertata rapi atau menikmati pertunjukan musik dan hiburan jalanan yang biasanya hadir saat akhir pekan.
Kombinasi antara sejarah, seni, dan hiburan menjadikan Jalan Asia Afrika sebagai salah satu tempat wisata menarik di Bandung.
Kisah Agung Hanapi bukan hanya menghibur tapi juga mengingatkan kita bahwa setiap sudut Jalan Asia Afrika memiliki ceritanya sendiri.
Dari jejak diplomasi internasional hingga aksi kreatif para seniman jalanan, semuanya menyatu dalam harmoni wisata sejarah dan budaya.
Bagi kamu yang mau berkunjung ke Bandung, Jalan Asia Afrika adalah tempat yang tak boleh dilewatkan.
Siapa tahu, kamu akan bertemu dengan Agung si pocong multibahasa dan berbincang dalam bahasa asing sambil berfoto seru untuk dibagikan di media sosial.
Yuk, sempatkan mampir dan rasakan sendiri keunikan Jalan Asia Afrika Bandung!
(*/naz)
Penulis : Fauzia Adelia Cahya Ningrum/Politeknik Negeri Madiun