Jawa Pos Radar Madiun – Libur sekolah bukan hanya soal hiburan, tapi juga bisa menjadi momen untuk memperkaya wawasan anak dan keluarga.
Di tengah geliat wisata alam yang makin diminati, Madiun menawarkan alternatif menyegarkan: wisata edukasi berbasis pertanian dan peternakan yang tak hanya menyehatkan, tapi juga mendekatkan manusia pada alam.
Di beberapa sudut Kabupaten Madiun, tersedia farm visit yang dikembangkan oleh petani lokal, lembaga pemberdayaan, hingga kelompok pemuda kreatif.
Mulai dari memberi makan sapi, belajar ternak domba, hingga memetik melon hidroponik, ketiganya menjadi kegiatan yang cocok untuk anak-anak, pelajar, bahkan mahasiswa.
Di wilayah Dagangan, Basekan Farm & Ranch hadir sebagai lokasi rekreasi edukatif yang ramah anak.
Suasana pedesaan dengan udara sejuk membalut aktivitas seru seperti memberi makan sapi, menaiki kuda tunggangan, bermain di playground, dan berenang di kolam anak.
HTM-nya sangat terjangkau, hanya Rp 5.000, tapi fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Tak heran, tempat ini jadi jujugan favorit keluarga dari berbagai daerah sekitar Madiun.
Sementara itu, di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Brilian Farm Madiun tumbuh sebagai pusat pelatihan peternakan yang sekaligus terbuka untuk edukasi publik.
Dikelola oleh YBM BRILiaN dan Dompet Dhuafa, tempat ini sebelumnya dikenal dengan nama Nusantara Edupark.
Kini, konsepnya lebih dalam: pengunjung tidak hanya berinteraksi dengan domba, tapi juga mempelajari sistem kandang, pakan, dan model bisnis peternakan berkelanjutan.
Brilian Farm punya daya tarik lain berupa Balai Rakyat Indonesia—ruang pelatihan gratis untuk masyarakat dan UMKM lokal.
Tempat ini menjadi saksi tumbuhnya wirausahawan muda peternakan, sekaligus lokasi magang bagi pelajar dan mahasiswa agribisnis.
Tak ada HTM, hanya donasi edukatif yang bisa diberikan sukarela.
Beranjak ke selatan, di Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, suasana berbeda terasa di Greenhouse Paman Jack.
Dikelola petani muda, lokasi ini menampilkan teknologi hidroponik untuk budidaya melon premium.
Pengunjung bisa masuk ke dalam rumah kaca, belajar langsung cara menanam melon tanpa tanah, dan memetik hasilnya sendiri.
Harga yang dikenakan sekitar Rp 25.000 per kilogram—harga yang sepadan dengan pengalaman edukatif dan kualitas buah yang manis serta segar.
Greenhouse Paman Jack juga punya banyak sudut cantik untuk difoto, cocok bagi remaja dan keluarga yang ingin berburu konten Instagram.
Konsep pertanian modern yang dikawinkan dengan wisata kekinian menjadikannya salah satu destinasi agrotourism paling menarik di Madiun.
Farm visit di Madiun tak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga membentuk kesadaran baru tentang pentingnya mengenal proses alam sejak dini.
Anak-anak yang terbiasa melihat produk makanan hanya di supermarket kini diajak menyentuh tanah, memberi makan ternak, hingga memetik buah dari pohonnya sendiri.
Menghabiskan waktu di ladang dan peternakan, meski hanya sejenak, bisa menjadi pengalaman yang akan melekat lebih lama daripada sekadar bermain gawai di rumah.
Madiun, dengan segala kekayaan alamnya, memberi pelajaran: bahwa belajar paling bermakna kadang justru terjadi di luar kelas. (nda/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira