Jawa Pos Radar Madiun - Lawang Sewu merupakan destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi saat berada di Semarang, khususnya bagi pecinta sejarah dan arsitektur kolonial.
Bangunan bersejarah ini dulunya adalah kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dan kini menjadi aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Saat ini, Lawang Sewu difungsikan sebagai museum serta galeri sejarah yang menyajikan berbagai informasi menarik seputar dunia perkeretaapian Indonesia.
Salah satu daya tarik utama dari Lawang Sewu adalah ruang bawah tanah yang bisa dieksplorasi oleh pengunjung, tentunya dengan pendampingan pemandu dan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Pengalaman ini menjadi magnet tersendiri, terutama saat musim liburan sekolah tiba.
Harga Tiket Masuk Lawang Sewu 2025
Jika anda berencana berkunjung ke Lawang Sewu tahun ini, simak informasi harga tiket terbaru berikut ini yang dikutip dari akun Instagram resmi @wisata.lawangsewu.
Tiket Masuk Reguler
Dewasa: Rp20.000
Anak-anak: Rp10.000
Wisatawan asing: Rp30.000
Tiket Masuk Area Immersive
Semua kategori pengunjung: Rp15.000
Paket Tiket Lawang Sewu + Immersive
Dewasa: Rp30.000
Anak-anak: Rp20.000
Turis asing: Rp40.000
Tiket Masuk Area Bawah Tanah
Semua kategori: Rp50.000
Bangunan Lawang Sewu mulai dibangun pada tahun 1904 dan kini menjadi ikon wisata sejarah Kota Semarang.
Di dalamnya terdapat informasi sejarah yang disajikan secara kronologis dan menarik, lengkap dengan papan-papan penjelasan di tiap ruangan.
Berikut beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Lawang Sewu.
1. Berfoto dengan Kostum Khas
Pengunjung dapat menyewa pakaian adat Jawa, Belanda, atau Jepang untuk berfoto di spot-spot ikonik bangunan bersejarah ini.
2. Menjelajahi Area Immersive
Rasakan pengalaman belajar sejarah dengan cara modern melalui layar interaktif yang menampilkan perjalanan panjang Lawang Sewu dan perkeretaapian Indonesia.
3. Eksplorasi Ruang Bawah Tanah (Kelderverkenning)
Kini pengunjung bisa kembali masuk ke ruang bawah tanah yang dulu sempat ditutup. Kegiatan ini menjadi salah satu atraksi favorit, dengan syarat didampingi pemandu dan menggunakan APD.
(*/naz)
Penulis: Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani