Jawa Pos Radar Madiun - Magetan tak hanya memikat wisatawan dengan udara sejuk dan panorama Gunung Lawu yang memesona.
Di balik keindahannya, tersimpan kisah-kisah misterius yang membuat banyak pengendara berpikir dua kali untuk melintas pada malam hari.
Terutama di jalur menuju Cemoro Sewu, yang dikenal sebagai jalan paling angker di Magetan.
Kabut Pekat di Perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah
Jalur Cemoro Sewu menghubungkan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) dengan Karanganyar (Jawa Tengah).
Medannya berliku, menanjak, dan dikelilingi pepohonan lebat.
Ketika malam tiba, kabut tebal sering turun tanpa peringatan, membuat jarak pandang hanya beberapa meter saja.
Warga sekitar menuturkan, suasana mencekam di jalur ini bukan sekadar karena faktor alam.
Banyak pengendara motor maupun mobil mengaku mengalami kejadian ganjil di antara pukul 00.00 hingga 03.00 dini hari.
Penampakan Wanita Berbaju Putih di Tikungan Tajam
Cerita paling legendaris datang dari para pengendara yang melihat sosok wanita berbaju putih berdiri di tepi jalan dekat tikungan tajam.
Sosok itu kerap terlihat melambai seolah meminta tumpangan.
Namun saat pengendara menengok melalui kaca spion, sosok tersebut lenyap begitu saja.
Kisah ini diabadikan dalam video kanal YouTube Medhioen ae Official dan Misteri Nusantara (2023), yang menampilkan kesaksian warga lokal yang sering melintas di jalur penuh kabut itu.
Suara Gamelan dan Aroma Kemenyan dari Hutan Lawu
Tidak hanya penampakan, sejumlah sopir truk dan pendaki juga mengaku mendengar suara gamelan Jawa bergema dari arah hutan pada malam Jumat Kliwon.
Aroma kemenyan dan bunga melati kerap muncul tiba-tiba, padahal di sekitar lokasi tidak ada rumah penduduk.
Warga percaya, suara gamelan itu berasal dari kerajaan gaib di Gunung Lawu, tempat yang diyakini memiliki energi spiritual kuat.
Larangan Tak Tertulis: Jangan Sembarangan Bicara
Sopir dan pendaki berpengalaman memberi peringatan untuk tidak berbicara sompral atau menantang saat melewati jalur ini. Konon, ucapan sembarangan bisa “memanggil” makhluk penunggu di sepanjang jalan.
“Yang penting jaga sikap, jangan menantang,” kata seorang warga yang diwawancarai kanal YouTube lokal.
Antara Mitos dan Realita
Di luar nuansa mistisnya, jalur Cemoro Sewu memang berbahaya secara fisik.
Tikungan tajam, kabut tebal, serta minimnya penerangan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Maka tak heran bila masyarakat mengaitkan berbagai tragedi dengan cerita gaib sebagai peringatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat menembus gelapnya malam di lereng Gunung Lawu. (fin)
Editor : AA Arsyadani