Jawa Pos Radar Madiun – Kalau kamu bosan dengan wisata modern dan ingin suasana yang lebih hangat serta alami, coba mampir ke Pasar Pundensari di Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun.
Destinasi ini lagi naik daun karena menyajikan pengalaman wisata ala tempo dulu dengan konsep unik dan nuansa pedesaan yang autentik.
Begitu tiba di lokasi, udara segar langsung menyapa. Bangunan pasar dibuat dari bambu, kayu, dan atap rumbia, menghadirkan kesan tradisional yang bikin pengunjung seperti kembali ke masa lampau.
Suasana adem dan asri bikin betah duduk lama sambil menikmati pemandangan desa.
Kuliner Tradisional yang Bikin Nostalgia
Bagian paling seru tentu saja jajanan pasarnya. Di sini, kamu bisa mencicipi kuliner khas desa seperti sego jagung, tiwul, cenil, gethuk, pecel pincuk, kopi tubruk, hingga wedang jahe.
Semuanya disajikan dengan wadah tradisional seperti daun pisang atau gelas kaleng jadul.
Harganya pun ramah di kantong, mulai Rp 2.000–Rp 10.000. Rasanya bukan cuma enak, tapi juga penuh nostalgia, seperti makan di rumah nenek waktu kecil.
Transaksi Pakai Uang Kayu, Unik dan Ikonik
Hal menarik lain dari Pasar Pundensari adalah sistem transaksinya yang menggunakan uang kayu.
Sebelum jajan, pengunjung bisa menukar uang asli dengan koin kayu khas Pundensari.
Konsep ini sengaja dibuat untuk menghidupkan suasana pasar tempo dulu dan memperkuat ciri khas budaya lokal.
Selain jajan, pengunjung juga bisa menikmati hiburan musik tradisional, tari daerah, dan pertunjukan budaya lokal yang sering digelar di area pasar.
Spot foto pun bertebaran di mana-mana. Mulai dari gerbang bambu, taman bunga, saung bambu, hingga punden tua yang menjadi ikon utama tempat ini.
Buka Tiap Minggu, Seru untuk Keluarga
Pasar Pundensari buka setiap Minggu pukul 07.00–12.00 WIB. Datang pagi hari adalah waktu terbaik untuk menikmati udara sejuk sambil menyantap kuliner hangat khas desa.
Yang bikin tempat ini makin istimewa, seluruh pengelolaan dilakukan oleh warga Desa Gunungsari.
Dari dekorasi, pelayanan, hingga menu kuliner, semuanya mencerminkan keramahan dan kearifan lokal masyarakat setempat. (cor)
Editor : Andi Chorniawan