Jawa Pos Radar Madiun — Kabupaten Madiun kini makin dikenal bukan hanya lewat kulinernya yang legendaris, tapi juga lewat taman-taman desa yang dikelola dengan kreatif dan profesional.
Tak sekadar tempat wisata rakyat, taman-taman ini kini menjelma menjadi ruang terbuka hijau inspiratif, tempat ideal bagi siapa pun—termasuk para profesional dan eksekutif—untuk melepas penat, berdiskusi santai, hingga menemukan ide segar di tengah kesejukan alam.
Berikut lima taman desa yang layak dikunjungi saat ingin healing sekaligus mencari inspirasi baru.
1. Taman Rekso Wilis – Desa Sareng, Kecamatan Geger
Menjadi kebanggaan warga Desa Sareng, Taman Rekso Wilis diresmikan sebagai ruang hijau sekaligus destinasi wisata alam.
Dilengkapi gazebo, taman bermain, area UMKM, dan spot foto estetik, taman ini menawarkan ketenangan yang sempurna untuk small group meeting di alam terbuka.
Tips: Datanglah di sore hari untuk menikmati udara sejuk dan panorama matahari terbenam di balik perbukitan.
2. Taman Pule / Kampung Wisata Ceria – Desa Pule, Kecamatan Sawahan
Dikenal dengan taman air dan hamparan sawah hijau, Kampung Wisata Ceria menghadirkan suasana pedesaan yang menenangkan.
Tersedia kolam renang mini, area kuliner, dan spot santai di pinggir sawah, cocok untuk healing ringan atau brainstorming ide bersama tim kerja.
Tips: Kunjungi pagi hari agar bisa menikmati udara segar dan pemandangan sawah berkabut yang indah.
Baca Juga: Wisata Lengkap di Gunung Rinjani Lombok: Dari Air Terjun, Savana, hingga Budaya Suku Sasak!
3. Desa Wisata Kepel – Kecamatan Kare
Salah satu desa wisata unggulan Kabupaten Madiun, Kepel dikenal dengan konsep agro-tourism.
Pengunjung bisa belajar tentang tanaman porang, durian, dan cengkeh, sekaligus menikmati udara pegunungan di lereng Gunung Wilis.
Desa ini juga ideal untuk retreat atau kunjungan inspiratif yang memadukan edukasi dan relaksasi.
Tips: Datanglah saat musim panen durian atau kopi untuk pengalaman wisata terbaik.
4. Pasar Wisata Pundensari – Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun
Dengan konsep pasar tradisional yang unik, Pasar Wisata Pundensari memungkinkan pengunjung berbelanja dengan alat tukar bambu.
Selain menikmati kuliner lokal seperti nasi tiwul, wedang jahe, dan jajanan pasar, tempat ini juga jadi ruang belajar tentang ekonomi kreatif berbasis desa.
Tips: Datang pagi hari untuk merasakan suasana pasar yang ramai dan autentik.
5. Rumah Cokelat Bodag – Desa Bodag, Kecamatan Kare
Bagi penggemar cokelat dan wisata edukasi, Rumah Cokelat Bodag wajib masuk daftar kunjungan.
Di sini, pengunjung bisa melihat proses pengolahan biji kakao hingga menjadi produk cokelat siap saji, sambil menikmati panorama hijau lereng Gunung Wilis.
Tempat ini cocok untuk retreat santai tim kantor sembari menyeruput cokelat hangat.
Tips: Ikuti tur edukasi dan jangan lupa membeli oleh-oleh cokelat lokal sebelum pulang.
Ruang Hijau untuk Pikiran yang Lebih Jernih
Taman-taman desa di Kabupaten Madiun bukan sekadar tempat wisata, tapi juga ruang hidup yang menumbuhkan inspirasi dan koneksi antarwarga.
Dengan udara segar, suasana damai, dan kearifan lokal yang terjaga, lima destinasi ini layak menjadi pilihan bagi siapa pun yang ingin menyegarkan pikiran dan menyalakan semangat baru.
Editor : Ockta Prana Lagawira