Jawa Pos Radar Madiun - Kalau kamu sedang singgah di Kupang dan ingin mencari tempat tenang untuk memancing, Bendungan Tilong bisa jadi destinasi yang wajib kamu datangi.
Terletak di Desa Oelomin, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, bendungan ini bukan hanya sumber air dan irigasi, tapi juga tempat wisata alam yang memikat.
Cocok untuk melepas penat dan menikmati ketenangan di tengah panorama alam khas Nusa Tenggara Timur.
Akses Mudah Menuju Bendungan Tilong
Bendungan Tilong berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Kupang atau sekitar 40 menit perjalanan.
Rute paling populer adalah melalui Jalan Timor Raya, lalu berbelok ke arah Bandara El Tari menuju Desa Oelomin.
Akses jalannya sudah beraspal, dan sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan perbukitan kering khas NTT yang tampak eksotis, terutama saat musim kemarau.
Suasana Alam yang Damai dan Fotogenik
Sesampainya di lokasi, kamu akan disambut hamparan air luas yang tenang dikelilingi perbukitan hijau, terutama di musim hujan.
Banyak warga lokal datang untuk bersantai, piknik keluarga, atau sekadar menunggu momen sunset yang indah di atas permukaan air bendungan.
Spot Mancing Favorit dan Jenis Ikan di Bendungan Tilong
Air Bendungan Tilong menjadi rumah bagi berbagai ikan air tawar lokal, seperti:
Ikan mujair
Ikan nila
Ikan gabus
Ikan lele
Ikan mas
Untuk pemancing, area sekitar pintu air dan sisi utara bendungan dikenal sebagai spot yang paling sering “strike.” Baik pemula maupun profesional bisa memancing dengan nyaman dari tepi.
Peralatan dan Teknik Pancing yang Direkomendasikan
Peralatan standar yang biasa digunakan cukup sederhana:
Joran: 2–3 meter (ringan–medium)
Reel: Spinning ukuran kecil–sedang
Senar: Monofilament 8–12 lb
Umpan alami: Cacing, lumut, atau pelet campur dedak
Beberapa pemancing lokal juga gemar memakai teknik casting ringan dengan soft lure untuk memburu ikan gabus, terutama di waktu pagi atau sore hari.
Fasilitas dan Tips Penting Sebelum Berkunjung
Bendungan Tilong belum dikelola penuh sebagai destinasi wisata komersial, jadi jangan berharap banyak fasilitas seperti warung makan atau penyewaan alat.
Namun justru itu yang menjadi daya tariknya. Alami, sepi, dan bebas polusi suara. (cor)
Editor : Andi Chorniawan