Jawa Pos Radar Madiun - Dari kejauhan, Pulau Tabuhan, Banyuwangi, tampak kecil dan tenang seolah sepotong surga yang jatuh di tengah Selat Bali.
Tapi begitu mendekat, kamu akan disambut oleh air laut sebening kaca, pasir putih selembut tepung, dan angin laut yang berhembus lembut seperti memainkan alunan musik.
Tak heran, pulau ini sering dijuluki “Maldives-nya Indonesia.”
Nama Tabuhan berasal dari suara angin yang berhembus kencang di pulau ini. Jika kamu berdiri di antara pepohonan, hembusan angin akan terdengar seperti bunyi alat musik yang ditabuh lembut.
Selain itu, warna pasirnya yang putih kontras dengan pasir pantai lain di pesisir Banyuwangi dan Bali yang umumnya berwarna gelap.
Dari kejauhan, Pulau Tabuhan tampak seperti bintik hijau terang di tengah lautan biru yang luas menandakan betapa jernih dan murninya perairan di sekitarnya.
Bagi penggemar snorkeling dan diving, Tabuhan adalah spot wajib. Terumbu karang di bawah lautnya masih alami, dihuni ikan tropis berwarna-warni, udang karang, bunga karang, hingga tanaman laut yang indah.
Lokasi dan Cara Menuju Pulau Tabuhan
Pulau ini terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, dan masih termasuk wilayah Jawa Timur meski berada di tengah Selat Bali.
Akses termudah menuju pulau adalah dari Pantai Bangsring atau Grand Watu Dodol. Kamu bisa naik perahu nelayan atau boat wisata dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Harga sewa boat bervariasi tergantung jumlah penumpang dan kondisi cuaca.
Jika berangkat dari luar kota, kamu bisa menggunakan kereta atau bus menuju Banyuwangi, lalu melanjutkan perjalanan ke Pantai Bangsring menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan.
Banyak penyedia rental mobil dan paket wisata murah ke Tabuhan, sehingga perjalananmu lebih praktis. (cor)
Editor : Andi Chorniawan