Jawa Pos Radar Madiun - Di ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut, ada keajaiban alam yang hanya bisa disaksikan dua tempat di dunia: Blue Fire Kawah Ijen, Banyuwangi.
Fenomena ini bukan sekadar pemandangan malam, melainkan tarian api biru yang muncul dari perut bumi. Indah, berbahaya, dan memikat.
Ketika malam menutupi langit, ribuan wisatawan rela menembus udara dingin dan medan berbatu demi menyaksikan cahaya biru misterius yang menyala dari celah kawah belerang.
Sekali melihatnya, kamu akan paham kenapa Blue Fire Ijen disebut sebagai “api dari surga.”
Fenomena Langka: Api Biru yang Bukan Api
Berbeda dari nyala api biasa, Blue Fire Ijen bukan hasil pembakaran kayu atau bahan bakar.
Cahaya biru ini muncul karena gas belerang bersuhu tinggi (600°C) keluar dari celah batuan dan bereaksi dengan udara.
Saat gas itu terbakar, muncullah nyala biru elektrik yang memesona—fenomena yang hanya ada di Kawah Ijen (Indonesia) dan Gunung Dallol (Ethiopia).
Jam kunjungan dimulai dari pukul 01.00 dini hari, karena pendakian malam menjadi syarat utama agar kamu bisa sampai di puncak tepat waktu untuk melihat blue fire.
Perjalanan menuju Kawah Ijen bukan untuk mereka yang mencari kenyamanan, melainkan pengalaman.
Pendakian dimulai dari Pos Paltuding, pintu masuk utama kawasan wisata ini. Dari sini, kamu akan menempuh jarak sekitar 3 kilometer dengan waktu perjalanan 1,5 hingga 2 jam tergantung kondisi fisik.
Rutenya menanjak dan berpasir, melewati perkebunan kopi Klocing dan hutan pegunungan yang sejuk.
Tapi setiap langkah sepadan ketika sinar biru pertama mulai terlihat di balik kabut belerang. (cor)
Editor : Andi Chorniawan