Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jika Ingin Liburan sambil Belajar Hidup Minimalis, Maka Silakan Coba Desa Wisata dengan Konsep Eco Living

Karina David • Jumat, 7 November 2025 | 21:53 WIB
Ilustrasi desa wisata eco-living.
Ilustrasi desa wisata eco-living.

Jawa Pos Radar Madiun - Hidup sederhana kini jadi tren baru dalam dunia pariwisata. Tak lagi sekadar menikmati pemandangan, banyak orang mencari liburan yang bermakna dan berkelanjutan.

Salah satunya melalui Desa Wisata Eco-Living, konsep wisata yang mengajak pengunjung untuk healing sambil belajar hidup selaras dengan alam dan mengurangi konsumsi berlebihan.

Apa Itu Eco-Living di Desa Wisata?

Eco Living adalah gaya hidup sadar lingkungan yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam konteks desa wisata, konsep ini diwujudkan melalui berbagai praktik berkelanjutan seperti:

Efisiensi sumber daya: Penggunaan panel surya, penghematan air, dan pengelolaan sampah lewat bank sampah serta prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Bangunan ramah lingkungan: Menggunakan material alami dan desain terbuka agar minim listrik dan tetap sejuk.

Kemandirian pangan: Wisatawan bisa ikut menanam sayur, memetik buah, atau memberi pakan ternak.

Konservasi alam: Dari menanam pohon, menjaga terumbu karang, hingga melestarikan satwa lokal.

Hasilnya bukan cuma wisata, tapi pengalaman belajar hidup sederhana yang mendamaikan.

Eco-Living dan Hidup Minimalis: Dua Konsep yang Selaras

Hidup minimalis berarti mengutamakan yang penting dan mengurangi konsumsi berlebihan. Ketika dikombinasikan dengan prinsip Eco-Living, hasilnya adalah gaya hidup yang ramah bumi sekaligus membebaskan batin.

Beberapa cirinya:

Declutter: Menginap di homestay sederhana tanpa kemewahan berlebihan.

Fokus pada pengalaman, bukan barang: Mengganti belanja oleh-oleh dengan ikut belajar bertani, membatik, atau memasak lokal.

Mengurangi jejak karbon: Berjalan kaki, bersepeda, dan memilih produk lokal tanpa kemasan.

Enam Desa Wisata Eco-Living Terbaik di Indonesia

Berikut beberapa destinasi yang sukses menerapkan konsep ramah lingkungan sekaligus menawarkan suasana hidup minimalis:

1. Desa Pujon Kidul – Malang, Jawa Timur

Ikut menanam sayur, memerah susu sapi, hingga memasak hasil panen sendiri. Desa ini mengajarkan makna back to nature yang sesungguhnya.

2. Desa Pentingsari – Sleman, Yogyakarta

Wisatawan bisa ikut menanam padi, membajak sawah, atau membuat tempe. Kegiatan sederhana yang menghidupkan nilai-nilai budaya dan kesederhanaan.

3. Desa Nglanggeran – Gunungkidul, Yogyakarta

Desa ini terkenal dengan Gunung Api Purba dan program “Nyampah” untuk konservasi lingkungan. Pengunjung belajar menjaga bumi lewat aksi nyata.

4. Desa Tayem – Cilacap, Jawa Tengah

Menerapkan konsep eco-village dengan panel surya, pertanian organik, dan pengelolaan limbah melalui bank sampah.

5. Desa Pemuteran – Bali

Surga konservasi laut! Desa ini sukses merehabilitasi terumbu karang dan menangkarkan penyu dengan melibatkan wisatawan secara langsung.

6. Desa Jatiluwih – Tabanan, Bali

Warisan budaya dunia UNESCO ini mempertahankan sistem pertanian subak tradisional. Wisatawan bisa trekking atau bersepeda menikmati sawah terasering hijau.

Mengapa Harus Coba Wisata Eco-Living?

Liburan seperti ini memberi makna lebih dari sekadar bersenang-senang.
Wisatawan belajar living with less, menghargai alam, dan memahami bahwa kesederhanaan justru memberi kedamaian batin.

Selain itu, konsep ini juga membantu ekonomi warga lokal dan menjaga bumi tetap lestari. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#Eco Living #Malang #gunung kidul #wisata #cilacap #desa wisata #Bali #sleman