Jawa Pos Radar Madiun - Pacitan dikenal sebagai “Paradise of Java” karena memiliki deretan pantai eksotis, ombak indah, serta suasana alam yang masih asri dan damai. Tidak heran jika banyak wisatawan memilih menginap lebih lama untuk menikmati sunrise, sunset, hingga suasana malam di tepi pantai Pacitan yang begitu menenangkan.
Mulai dari homestay murah meriah, resort estetik, hingga villa mewah dengan private pool, berikut rekomendasi penginapan terbaik dekat pantai di Pacitan yang cocok untuk liburan keluarga, honeymoon, staycation, maupun healing menikmati suasana alam.
1. Watukarung Prapto Homestay
Penginapan ini menjadi salah satu favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana Pantai Watukarung dengan nyaman dan tenang. Watukarung Prapto Homestay menawarkan dua tipe penginapan, mulai dari kamar standar hingga bungalow eksklusif dengan kolam renang pribadi.
Baca Juga: Cut Meyriska dan Roger Danuarta Pisah Ranjang, Pernyataan Soal Anak Jadi Sorotan
Fasilitasnya cukup lengkap seperti smart TV, WiFi, AC, perlengkapan mandi, hingga area santai yang nyaman. Suasana di sekitar penginapan juga sangat asri dengan nuansa tropis yang cocok untuk healing.
Harga kamar standar mulai Rp300 ribuan, sedangkan bungalow private pool mulai Rp1,5 jutaan per malam.
Lokasi: Ketro, Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
2. Kampoeng Pacitan
Kampoeng Pacitan menawarkan konsep penginapan unik bergaya cottage kayu dengan sentuhan arsitektur ala Eropa. Area penginapan sangat luas dan sejuk, bahkan beberapa kamar dibangun di atas air sehingga memberikan pengalaman menginap yang berbeda.
Baca Juga: Casio Perkenalkan MR-G MRG-B2100D, Jam Tangan Premium dengan Sentuhan Motif Tradisional Jepang
Selain nyaman untuk keluarga, tempat ini juga cocok untuk wisatawan yang ingin berburu foto Instagramable. Tersedia pula restoran berbentuk joglo yang menambah kesan tradisional dan hangat.
Harga menginap mulai Rp400 ribuan per malam.
Lokasi: Jl. WR Supratman, Pojok, Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.
3. Istana Ombak Eco Resort
Jika mencari penginapan mewah dengan view pantai langsung, Istana Ombak Eco Resort bisa menjadi pilihan terbaik. Resort ini berada tepat di tepi Pantai Watukarung dengan panorama laut yang memukau.
Tempat ini sangat family friendly dan memiliki fasilitas premium seperti kolam renang, area karaoke, sepeda, tenis meja, shelter bean bag, alat fitness, hingga area santai dengan koleksi buku bacaan.
Nuansa resort yang tenang membuat pengunjung betah menikmati suara ombak dan udara pantai yang segar.
Harga kamar mulai Rp2,7 jutaan per malam.
Lokasi: Jl. Kerapu No.151, Ketro, Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
4. Watukarung Ristu Homestay
Watukarung Ristu Homestay cocok untuk wisatawan yang ingin suasana homey dan tenang selama liburan di Pacitan. Meski tidak terlalu besar, penginapan ini memiliki desain estetik dan nyaman untuk beristirahat.
Kamar-kamarnya luas dengan fasilitas smart TV, AC, tempat tidur besar, serta suasana hangat khas penginapan keluarga. Pengunjung juga bisa lebih leluasa berinteraksi dengan tamu lain maupun warga sekitar.
Harga kamar mulai Rp350 ribuan per malam.
Lokasi: Ketro, Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
Baca Juga: Tanah dan Bangunan di Jiwan Kabupaten Madiun Dilelang, Harga Limit Rp150 Juta
5. Harry’s Ocean House
Harry’s Ocean House menjadi salah satu homestay murah favorit wisatawan backpacker maupun pecinta pantai. Lokasinya hanya sekitar 10 meter dari Pantai Watukarung sehingga pengunjung bisa menikmati suasana laut kapan saja.
Konsep bangunannya menggunakan material kayu dan bambu yang membuat suasana terasa lebih alami dan santai. Tersedia fasilitas seperti tempat tidur nyaman, kipas angin atau AC, kamar mandi dalam, hingga dapur umum untuk memasak.
Harga menginap mulai Rp200 ribuan per malam.
Lokasi: Ketro, Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
6. Desa Limasan Resort
Desa Limasan Resort menawarkan pengalaman menginap dengan konsep villa limasan tradisional yang dipadukan dengan fasilitas modern. Penginapan ini memiliki beberapa tipe villa seperti bungalow taman, villa private pool, hingga villa tepi pantai dengan pemandangan laut langsung.
Fasilitasnya sangat lengkap mulai dari tempat tidur besar, restoran, kolam renang, hingga paket makan tiga kali sehari.
Suasana resort yang tenang dan estetik membuat tempat ini cocok untuk honeymoon maupun staycation keluarga.
Harga mulai Rp1,5 jutaan per malam.
Baca Juga: Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Siswi SD, Guru di Ngawi Dipindah Jadi Staf
Lokasi: Ketro RT 01/RW 06, Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
7. Oma Watu Inn Watukarung Pacitan
Bagi pecinta penginapan estetik dan Instagramable, Oma Watu Inn bisa menjadi pilihan menarik. Bangunan penginapan ini memiliki desain unik dengan nuansa modern minimalis yang menyatu dengan alam sekitar.
Fasilitas yang tersedia meliputi AC, air minum, perlengkapan mandi, selimut, hingga WiFi yang dapat diakses di seluruh area penginapan.
Beberapa kamar juga memiliki view pegunungan yang menenangkan dan cocok untuk healing dari hiruk pikuk perkotaan.
Harga kamar mulai Rp500 ribuan per malam.
Lokasi: Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
8. Watukarung Gery Surfcamp
Bagi wisatawan yang ingin menginap dekat pantai dengan harga terjangkau, Watukarung Gery Surfcamp layak dicoba. Tempat ini cukup populer di kalangan traveller dan peselancar karena lokasinya sangat dekat dengan Pantai Watukarung.
Meski tarifnya murah, suasana penginapan tetap nyaman dengan view pantai yang indah dan udara yang sejuk.
Harga menginap mulai Rp200 ribuan per malam.
Lokasi: Ketro, Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
9. Villa Batu Hill
Villa Batu Hill menawarkan pengalaman menginap yang berbeda karena memadukan panorama pantai dengan suasana pedesaan yang damai.
Tempat ini memiliki fasilitas unik seperti kolam renang estetik dan kamar mandi terbuka yang memberikan sensasi lebih dekat dengan alam. Suasana di sekitar villa sangat tenang sehingga cocok untuk relaksasi dan menghilangkan stres.
Akses menuju villa cukup unik karena hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor.
Editor : Nur Wachid