Jawa Pos Radar Madiun - Ada cerita menarik di balik lahirnya destinasi wisata alam satu ini.
Dikutip dari Goers, Watu Rumpuk di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, awalnya hanyalah lahan perkebunan cengkeh yang menjadi andalan penghasilan warga setempat.
Ketika penyakit menyerang dan hampir seluruh pohon cengkeh mati, warga tidak menyerah begitu saja.
Mereka bergotong royong mengubah lahan yang tersisa menjadi kawasan wisata, dan hasilnya luar biasa.
Desa Mendak berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik kedua dan wisata alam terbaik ketiga di Jawa Timur.
Asal Usul Nama Watu Rumpuk
Dikutip dari Goers, nama "Watu Rumpuk" berasal dari kata "watu" (batu) dan "rumpuk" (tumpukan).
Di kawasan ini memang terdapat formasi bebatuan alami berukuran besar yang menjadi ikon sekaligus daya tarik utama tempat ini.
Baca Juga: Hamparan Teh Hijau di Kaki Gunung Lawu, Kebun Teh Jamus Ngawi Bikin Betah Seharian
Spot Foto yang Bikin Betah Berlama-lama
Dikutip dari Traveloka, kawasan ini dilengkapi berbagai spot foto menarik yang terus berkembang, antara lain:
- Cangkir raksasa - spot swafoto paling ikonik di sini
- Gardu pandang - untuk menikmati panorama pegunungan dari ketinggian
- Batu Belah - formasi batu alam yang unik
- Tapak Bimo - jalur pendakian dengan view alam yang memukau
- Goa Jepang - wisata sejarah peninggalan masa penjajahan
Selain itu, tersedia pula area kemah dan jalur trekking untuk yang ingin pengalaman lebih.
Fasilitas yang Tersedia
Dikutip dari Travelspromo, kawasan wisata ini sudah dilengkapi fasilitas yang memadai, antara lain area parkir luas, toilet umum, musala, warung makan, dan area camping ground yang bisa diakses 24 jam.
Medannya pun ramah pengunjung dari berbagai usia, meski ada beberapa tanjakan khas pegunungan yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Begini Respons Jokowi
Tiket Masuk dan Jam Buka
Berikut informasi sebelum berkunjung:
- HTM: Rp 10.000 per orang
- Parkir motor: Rp 2.000
- Parkir mobil: Rp 5.000
- Jam buka: 08.00 - 18.00 WIB (setiap hari)
- Camping: Bisa diakses 24 jam
- Jarak dari Kota Madiun: sekitar 30 km, tempuh ±45 menit
Catatan: Tarif dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasi ke pengelola sebelum berkunjung.
Tips Sebelum Berkunjung
- Bawa jaket atau sweater, terutama saat pagi dan sore hari karena suhu di lereng Gunung Wilis cukup dingin.
- Gunakan alas kaki yang nyaman untuk jalur trekking.
- Datang pagi hari untuk menghindari keramaian dan mendapat cahaya terbaik untuk foto. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun