Jawa Pos Radar Madiun - Dari luar, bangunannya terlihat seperti milik kota di Eropa megah, kokoh, dengan detail arsitektur yang terlalu indah untuk sebuah bangunan industri biasa.
Tapi ini bukan Belanda atau Prancis, ini Solo.
De Tjolomadoe, bekas pabrik gula Gembongan yang sudah berusia lebih dari satu abad, kini berdiri sebagai salah satu destinasi wisata paling memukau di Jawa Tengah.
Sejarah Panjang di Balik Bangunan Megah Ini
Pabrik gula Tjolomadoe pernah menjadi salah satu pabrik gula terbesar dan paling produktif di Jawa pada masa kolonial Belanda.
Setelah berhenti beroperasi, bangunannya tidak dibiarkan lapuk dimakan waktu melainkan direstorasi dengan cermat dan diubah menjadi destinasi wisata heritage yang luar biasa.
Arsitektur megah peninggalan kolonial yang tetap dipertahankan menjadikan De Tjolomadoe seperti kapsul waktu yang bisa dijelajahi secara langsung.
Baca Juga: Studio Rekaman Tertua Indonesia Ini Disulap Jadi Tempat Nongkrong Paling Hits di Solo
Museum Transportasi dengan Koleksi yang Mengagumkan
Salah satu daya tarik utama De Tjolomadoe adalah museum transportasi yang menyimpan koleksi mobil-mobil antik langka.
Kendaraan-kendaraan berusia puluhan hingga ratusan tahun dipajang di ruang-ruang bekas mesin pabrik yang kini menjadi galeri besar bertinggi langit-langit yang dramatis.
Bagi pecinta otomotif klasik maupun penikmat sejarah, ini adalah surga yang sulit dilupakan.
Infinity Room yang Jadi Rebutan Wisatawan
Di antara sekian banyak daya tarik De Tjolomadoe, Infinity Room menjadi yang paling banyak dicari wisatawan.
Ruangan dengan instalasi cermin dan cahaya ini menciptakan efek visual yang sangat memukau seolah berdiri di ruang tak berujung yang dipenuhi pantulan cahaya.
Hasil fotonya hampir selalu tampak profesional tanpa perlu banyak usaha, menjadikannya spot wajib yang tidak boleh dilewatkan.
Bangunan Tua yang Menjadi Kanvas Konser
De Tjolomadoe juga dikenal sebagai salah satu venue konser dan event terbaik di Solo berkat akustik alaminya yang luar biasa.
Beberapa konser musik besar dan pameran seni telah digelar di sini, memanfaatkan keindahan arsitektur bangunan sebagai latar yang tidak bisa ditiru.
Menghadiri event di De Tjolomadoe bukan sekadar menonton pertunjukan ini adalah pengalaman tersendiri yang memanjakan semua indera.
Baca Juga: Bukan Guru Biasa, Ini Sinopsis Teach You a Lesson (2026) yang Penuh Aksi dan Balas Dendam
Informasi Kunjungan
De Tjolomadoe berlokasi di Colomadu, Karanganyar area yang mudah dijangkau dari pusat Kota Solo dengan waktu tempuh sekitar 15 menit berkendara.
Pastikan mempersiapkan kamera atau ponsel dengan memori yang cukup karena hampir tidak ada sudut bangunan ini yang tidak layak untuk diabadikan.
Pengunjung bisa menghabiskan dua hingga empat jam di sini tanpa merasa bosan karena setiap ruang menyimpan cerita dan detail visual yang berbeda.
De Tjolomadoe membuktikan bahwa masa lalu dan masa kini bisa hadir berdampingan dengan sangat indah.
Yang dibutuhkan hanya keberanian untuk melihat potensi di balik bangunan tua dan imajinasi untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang baru. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun