Jawa Pos Radar Madiun - Di kota yang terus bersolek dengan destinasi modern dan kafe-kafe estetik, ada satu tempat yang tidak pernah kehilangan pesonanya.
Taman Balekambang sudah berdiri sejak 1921 lebih tua dari banyak bangunan bersejarah Solo lainnya dan masih saja ramai dikunjungi setiap akhir pekan tanpa perlu viral di media sosial.
Ada sesuatu yang tidak bisa ditiru oleh destinasi baru manapun: ketenangan yang hanya datang dari pohon-pohon tua dan udara yang sudah ratusan tahun mengalir bebas di taman ini.
Sejarah Singkat Taman yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman
Taman Balekambang dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunegara VII sebagai hadiah untuk kedua putrinya.
Luasnya yang mencapai lebih dari sembilan hektare membuat taman ini menjadi salah satu ruang hijau terbesar di tengah Kota Solo.
Meski sudah berusia lebih dari satu abad, perawatan yang baik menjaga taman ini tetap asri dan nyaman untuk dikunjungi oleh siapapun, dari anak-anak hingga lansia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lagu Baru, "Ini Abadi" dari Perunggu Sukses Kuasai Media Sosial
Rindangnya Pepohonan Tua yang Menjadi Daya Tarik Utama
Yang paling membuat Taman Balekambang berbeda dari taman kota modern adalah keberadaan pohon-pohon tua berukuran besar yang menaungi hampir seluruh area.
Di bawah naungan pepohonan rindang itu, suhu terasa jauh lebih sejuk dibanding area lain di kota sebuah kemewahan tersendiri di tengah terik Solo yang terkenal panas.
Berjalan santai di bawah deretan pohon besar sambil menikmati udara segar adalah aktivitas sederhana yang sulit digantikan oleh wahana atau fasilitas modern manapun.
Ruang Publik Terbaik untuk Semua Kalangan
Taman Balekambang berfungsi sebagai ruang publik inklusif yang terbuka untuk semua kalangan tanpa pandang usia maupun latar belakang.
Anak-anak berlarian bebas di area berumput, pasangan duduk bersantai di bangku taman, orang tua berjalan kaki pagi, sementara komunitas seni menggelar pertunjukan di area terbuka.
Semua aktivitas itu terjadi secara organik di ruang yang sama, menciptakan harmoni kehidupan kota yang jarang bisa ditemukan di destinasi wisata modern.
Taman Bunga yang Selalu Segar Dipandang
Selain pepohonan besar, Taman Balekambang juga memiliki area taman bunga yang dirawat dengan baik sepanjang tahun.
Warna-warna bunga yang berganti mengikuti musim menciptakan pemandangan yang selalu tampak berbeda setiap kunjungan.
Ini menjadi salah satu alasan kenapa banyak pengunjung tetap memilih Taman Balekambang meski sudah berkali-kali datang ke sini.
Tips Berkunjung ke Taman Balekambang
Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari antara pukul tujuh hingga sembilan, ketika cahaya matahari masih lembut dan udara terasa paling segar.
Bawa bekal makanan ringan dan tikar untuk piknik di bawah pohon aktivitas yang terdengar sederhana tapi bisa menjadi momen keluarga yang sangat berkesan.
Taman ini cocok dikombinasikan dengan kunjungan ke Keraton Surakarta atau Pasar Gede yang lokasinya masih dalam jangkauan perjalanan singkat dari Balekambang.
Taman Balekambang mengajarkan satu hal yang sering dilupakan di tengah hiruk pikuk wisata modern: kadang, yang paling dibutuhkan bukan wahana baru atau spot foto viral.
Cukup sebidang tanah hijau, pohon yang rindang, dan udara yang segar dan itu sudah lebih dari cukup. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun