Jawa Pos Radar Madiun - Musim semi selalu menghadirkan momen yang dinanti di Belanda.
Setelah berbulan-bulan diselimuti dinginnya musim dingin, hamparan bunga tulip mulai bermekaran dan mengubah lanskap negeri itu menjadi lautan warna.
Ribuan wisatawan berdatangan setiap tahun untuk menyaksikan keindahan tersebut,
tetapi tidak semuanya mengetahui cara terbaik menikmati musim tulip layaknya penduduk setempat.
Seorang fotografer sekaligus pemandu wisata nasional Belanda, Nienke Panis-Ringersma,
membagikan sejumlah rekomendasi destinasi dan aktivitas yang dinilainya paling berkesan bagi siapa saja yang ingin menikmati musim tulip secara maksimal.
Ia telah bertahun-tahun mendokumentasikan bunga ikonik tersebut melalui blog Tulips in Holland.
Keukenhof Tetap Menjadi Destinasi Utama
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Belanda saat musim semi, Keukenhof masih menjadi tujuan yang paling direkomendasikan.
Taman bunga yang mulai dibuka pada 1949 itu dikenal sebagai salah satu taman musim semi terbesar di dunia.
Setiap tahunnya, sekitar tujuh juta umbi bunga ditanam secara manual untuk menghadirkan hamparan bunga dengan berbagai warna dan jenis.
Selain menikmati taman, pengunjung juga dapat mengikuti tur perahu, melihat pameran bunga, hingga menikmati berbagai instalasi seni yang tersebar di area taman.
Pada musim 2026, Keukenhof dibuka mulai 19 Maret hingga 10 Mei.
Waktu terbaik untuk berkunjung umumnya berada di pertengahan April ketika bunga tulip sedang mencapai puncak mekarnya.
- H2: Parade Bunga yang Menjadi Tradisi Musim Semi
Selain mengunjungi taman bunga, wisatawan juga disarankan menyaksikan Bloemencorso
atau Parade Bunga yang menjadi salah satu agenda tahunan paling meriah di Belanda.
Baca Juga: Toy Story 5 Hadir dengan Konflik Baru, Apakah Pixar Berhasil Menghidupkan Keajaiban Lama?
- H3: Suasana Festival yang Meriah
Parade ini menampilkan puluhan kendaraan hias yang dipenuhi ribuan bunga segar, diiringi marching band dan berbagai pertunjukan jalanan.
Rutenya melintasi kawasan Bollenstreek, wilayah yang terkenal sebagai sentra budidaya bunga tulip.
Menurut Nienke, wisatawan sebaiknya datang lebih awal ke Noordwijk agar memperoleh lokasi terbaik sekaligus menghindari kepadatan di sekitar Keukenhof.
- H2: Ingin Masuk ke Hamparan Tulip? Datanglah ke Kebun Resmi
Banyak wisatawan tergoda berjalan ke tengah ladang tulip demi mendapatkan foto terbaik.
Namun, tindakan tersebut sebenarnya dilarang karena lahan tersebut merupakan area pertanian komersial.
- H3: Pilihan Kebun yang Ramah Wisatawan
Sebagai alternatif, Nienke merekomendasikan beberapa kebun yang memang dibuka untuk umum, seperti Tulip Experience Amsterdam, Tulip Barn, dan De Tulperij.
Di lokasi-lokasi tersebut, pengunjung dapat berjalan di antara hamparan bunga, mempelajari proses budidaya tulip, hingga memetik bunga secara legal tanpa merusak tanaman petani.
Baca Juga: Jam Tangan One Piece Ini Bukan Sekadar Merchandise, Ada Detail yang Bikin Kolektor Tertarik
- H2: Aktivitas Seru untuk Keluarga
Bagi wisatawan yang membawa anak-anak, pengalaman memetik tulip menjadi aktivitas yang tidak kalah menarik.
Salah satu lokasi yang direkomendasikan ialah Annemieke's Pluktuin di Hillegom.
Di kebun ini, pengunjung diperbolehkan membawa pulang bunga lengkap dengan umbinya
sehingga menjadi pengalaman berbeda dibanding sekadar berfoto di ladang bunga.
- H2: Mengenal Sejarah Tulip di Belanda
Tidak banyak yang mengetahui bahwa tulip sebenarnya bukan tanaman asli Belanda.
Menurut Nienke, bunga tersebut berasal dari kawasan Pegunungan Himalaya sebelum dibawa ke Turki pada abad ke-15.
Setelah mengalami pengembangan varietas, tulip kemudian masuk ke Belanda pada akhir abad ke-16 dan berkembang menjadi salah satu simbol nasional negara tersebut.
Bagi pencinta sejarah tanaman, Hortus Bulborum di Limmen menjadi destinasi yang patut dikunjungi.
Kebun ini menyimpan ribuan varietas tanaman umbi bersejarah, termasuk beberapa jenis tulip yang telah dibudidayakan sejak abad ke-16 dan masih terus dilestarikan hingga sekarang.
Tips Penting Saat Berkunjung
Wisatawan diimbau untuk tidak memasuki ladang tulip milik petani tanpa izin.
Selain berpotensi merusak tanaman, sepatu yang digunakan juga dapat membawa bakteri yang membahayakan tanaman bunga.
Karena itu, pengalaman menikmati hamparan tulip sebaiknya dilakukan melalui kebun wisata resmi yang memang disediakan untuk pengunjung.
Dengan cara tersebut, wisatawan tetap dapat menikmati keindahan musim semi tanpa mengganggu aktivitas pertanian setempat. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun