Jawa Pos Radar Madiun - Tak jauh dari hiruk-pikuk São Paulo, salah satu kota terbesar di dunia, terbentang garis pantai yang masih alami dan belum banyak dijamah wisatawan internasional.
Di balik lebatnya Hutan Atlantik, hamparan pantai berpasir putih, air laut jernih, air terjun, hingga desa nelayan tradisional menawarkan pengalaman berbeda dari destinasi wisata populer Brasil seperti Rio de Janeiro.
Dengan panjang sekitar 370 mil (595 kilometer), pesisir negara bagian São Paulo menghadirkan perpaduan keindahan alam, keanekaragaman hayati, budaya lokal, hingga ombak yang menjadi incaran peselancar dari berbagai penjuru dunia.
Keindahan Alam yang Masih Terjaga
Wilayah pesisir São Paulo berada di bawah naungan Mata Atlântica atau Hutan Atlantik, salah satu kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di Benua Amerika setelah Amazon.
Meski kawasan metropolitan São Paulo dihuni lebih dari 21 juta penduduk, perjalanan sekitar dua hingga tiga jam dari pusat kota sudah membawa wisatawan menuju kawasan dengan suasana yang jauh berbeda.
Pemandangan yang dapat dinikmati antara lain:
- Pantai berpasir putih yang masih sepi.
- Air terjun alami di tengah hutan.
- Sungai jernih.
- Teluk berbentuk bulan sabit.
- Desa nelayan tradisional.
Pemandu wisata lokal, Adriano Camolez, mengatakan:
“Travelers who make it out here tend to come back.”
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi Saat AS Gempur Iran Lagi
Tiga Wilayah Pantai dengan Karakter Berbeda
Garis pantai São Paulo terbagi menjadi tiga kawasan utama yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda.
Litoral Norte
Wilayah utara meliputi:
- Ubatuba
- Caraguatatuba
- São Sebastião
- Maresias
- Ilhabela
Daerah ini terkenal dengan pegunungan Serra do Mar yang langsung bertemu laut, teluk-teluk tersembunyi, serta budaya selancar yang kuat.
Baixada Santista
Kawasan tengah berpusat di Kota Santos dan menjadi wilayah yang paling berkembang.
Meski lebih ramai, kawasan ini tetap memiliki pantai menarik seperti Praia do Tombo di Guarujá yang cukup dekat dengan Kota São Paulo.
Litoral Sul
Wilayah selatan meliputi:
- Iguape
- Cananéia
- Ilha Comprida
Kawasan ini lebih tenang dan dikenal dengan hutan bakau serta kawasan konservasi Cananéia-Iguape-Peruíbe Environmental Protection Area.
Baca Juga: Galaxy Z Fold 8 Ultra Unjuk Gigi: Usung Kamera 200 MP, Bodi Tipis Hanya 4,1 Milimeter
Hutan Atlantik Jadi Harta Karun Keanekaragaman Hayati
Keindahan pantai-pantai tersebut tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Hutan Atlantik.
Saat ini, hutan tersebut hanya tersisa sekitar 7 persen dari luas aslinya. Namun, hampir setengah dari kawasan yang masih ada di São Paulo telah mendapat perlindungan konservasi.
Wilayah ini menjadi habitat bagi:
- Lebih dari 20.000 spesies tumbuhan.
- Sekitar 8.000 spesies endemik.
- Burung tukan.
- Burung kolibri.
- Golden lion tamarin.
- Lumba-lumba.
- Penyu laut.
- Paus migrasi.
Karena kekayaan hayatinya, kawasan ini termasuk salah satu hotspot biodiversitas paling penting di dunia.
Ilhabela, Pulau dengan Ratusan Air Terjun
Salah satu destinasi unggulan di Litoral Norte adalah Ilhabela, sebuah pulau yang memiliki lebih dari 300 air terjun.
Selain dikenal sebagai pusat olahraga layar di Brasil, pulau ini juga menawarkan:
- Jalur trekking di tengah hutan.
- Pantai Bonete yang hanya bisa dicapai melalui jalur pendakian lima jam atau perjalanan laut sekitar satu jam.
- Langit malam minim polusi cahaya yang cocok untuk melihat bintang.
- Beragam lokasi menyelam dengan bangkai kapal bersejarah.
Baca Juga: Hattrick! Tiga Tahun Beruntun SMKN 1 Mejayan Juara Lomba Inovasi dan Teknologi Kabupaten Madiun
Camolez yang merupakan masyarakat pesisir tradisional caiçara mengatakan:
“I grew up alongside the island, keeping a piece of my own story in every beach and every waterfall.”
Pantai Cantik untuk Berselancar dan Trekking
Pesisir São Paulo memiliki banyak pantai yang belum populer di kalangan wisatawan mancanegara.
Beberapa di antaranya yaitu:
- Praia Brava do Camburi
- Itamambuca, terkenal dengan ombak terbaik di Brasil.
- Maresias, favorit para peselancar.
- Praia do Cedro, cocok untuk snorkeling.
- Praia do Tombo
Bagi pecinta petualangan, terdapat jalur Trilha das Sete Praias atau Trail of Seven Beaches sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan tujuh pantai melalui jalur hutan dan perbukitan.
Perjalanan biasanya memakan waktu sekitar lima hingga enam jam, dengan panorama laut dan hutan tropis yang menjadi daya tarik utama.
Wisata Kuliner Khas Pesisir
Selain panorama alam, kawasan ini juga menawarkan berbagai hidangan laut segar hasil tangkapan nelayan setempat.
Menu khas yang banyak dijumpai antara lain:
- Peixe azul-marinho, ikan yang dimasak bersama pisang hijau.
- Caldeirada, sup ikan dengan berbagai jenis hasil laut.
- Garoupa (kerapu).
- Tainha (belanak).
- Robalo.
- Pescada.
Baca Juga: Gandeng BTPN Syariah, SMKN 1 Geger Luncurkan Program Kelas Industri
Wisatawan juga dapat mencicipi buah-buahan khas Hutan Atlantik seperti:
- Jabuticaba.
- Pitanga.
- Araçá.
- Uvaia.
- Guabiroba.
Buah-buah tersebut banyak diolah menjadi jus maupun es krim lokal.
Destinasi yang Masih Autentik
Meski menjadi salah satu tujuan favorit warga Brasil untuk berlibur, pantai-pantai di pesisir São Paulo masih relatif sepi dari wisatawan internasional.
Suasana yang alami, masyarakat lokal yang ramah, kekayaan budaya caiçara, serta bentang alam yang masih terjaga menjadikan kawasan ini sebagai alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Brasil di luar destinasi populer. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : CNN