Intip Suksesnya Greenhouse Desa Jambangan, Pertanian Melon Hidroponik Jadi Inspirasi Agrowisata Baru di Magetan

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:08 WIB
Desa Jambangan di Magetan menjadi pelopor agrowisata melon hidroponik melalui pengelolaan BUMDes. (DESHY PUTRI ANGGRAINI/MAGANG RADAR MADIUN)
Desa Jambangan di Magetan menjadi pelopor agrowisata melon hidroponik melalui pengelolaan BUMDes. (DESHY PUTRI ANGGRAINI/MAGANG RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, patut disebut sebagai pelopor inovasi budi daya melon hidroponik di dalam greenhouse. Keberhasilan ini berawal dari program bantuan agrobisnis Pemprov Jawa Timur pada periode 2023/2024.

Terobosan inovatif tersebut kini terkenal di seluruh penjuru kabupaten dan berhasil mengubah wajah Desa Jambangan menjadi sentra agrowisata buah bernilai ekonomi tinggi.

Saat ini, desa memanfaatkan dua unit greenhouse berukuran masing-masing 10x40 meter dengan kapasitas total mencapai 2.000 pohon.

Desa Jambangan memfokuskan budi daya pada varietas melon kelas menengah ke atas yang sangat mengutamakan kualitas cita rasa.

Kepala Desa Jambangan David Indra Kusuma, 41, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam biasa.

Langkah ini merupakan strategi besar desa dalam membangun kawasan agrowisata terpadu sekaligus mendongkrak pendapatan asli desa (PAD).

"Karena desa tidak bisa menggunakan anggaran secara langsung untuk kegiatan komersial, maka BUMDes yang mengelolanya. Alhamdulillah, nama Desa Jambangan kini sangat terkenal se-kabupaten sebagai pusat melon hidroponik," ujar David.

Baca Juga: Terinspirasi Kisah Sukses UMKM Dapur Minul Madiun? Ini Resep Bolen Pisang Renyah dan Lezat yang Bisa Dicoba di Rumah

Ia menambahkan bahwa ke depannya kawasan sekitar greenhouse akan dikembangkan menjadi agrowisata petik buah terpadu.

Selain komoditas melon, pihak desa juga menanam berbagai tanaman lain di area sekitar, seperti cabai, kelengkeng, jambu air, dan mangga.

Sistem hidroponik di dalam greenhouse terbukti sangat efektif meminimalisasi serangan hama dan ancaman cuaca ekstrem.

Meski demikian, budi daya modern ini tetap membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam menjaga kualitas nutrisi air.

Pengelola Greenhouse BUMDes Jambangan, Cahyo Susilo, 43, menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilannya terletak pada kedisiplinan kontrol harian.

“Perawatannya dibilang santai ya santai, tapi harus sangat telaten,” ungkap Cahyo.

“Tugas utama kami setiap hari adalah menjaga tingkat pH air, suhu ruangan, dan kebersihan media tanam agar terhindar dari virus jamur,” tambahnya menjelaskan rutinitas pengelolaan.

Ia mengungkap bahwa durasi tanam hingga tiba masa panen biasanya memakan waktu sekitar 60 sampai 65 hari.

Setiap pohonnya hanya difokuskan untuk membesarkan satu buah melon dengan bobot rata-rata 1,3 kg hingga 1,5 kg demi menjaga rasa manis dan tekstur yang sempurna.

Baca Juga: Siap-Siap Harga HP Android Semakin Mahal, Qualcomm Bakal Naikkan Harga Chip

Kini nama Desa Jambangan tidak hanya memikat para pembeli dari luar kota seperti Jakarta, Jember, hingga Bondowoso.

Kesuksesan ini turut mendorong desa-desa tetangga di Kabupaten Magetan untuk meniru dan mereplikasi sistem greenhouse serupa dengan berguru langsung ke Jambangan.

Ketenaran yang diraih saat ini tentu saja mendatangkan rasa bangga tersendiri bagi masyarakat setempat.

“Tentu sebagai warga sangat bangga karena Desa Jambangan bisa jadi pelopor dan desanya makin terkenal se-Kabupaten Magetan,” ujar Suprapti, 69, salah seorang pembeli.

Kualitas buah yang dihasilkan pun diakui memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan melon pada umumnya.

“Buah melonnya pun beda sekali dengan yang dijual di pasar atau sawah biasa. Rasanya jauh lebih manis, apalagi yang jenis melon putih teksturnya lumer di mulut," puji Suprapti.

"Yang paling saya suka, buahnya awet sekali ditaruh di suhu ruangan bisa tahan sampai lebih dari satu bulan dari sebelum puasa sampai lebaran tiba,” imbuhnya. (Deshy Putri Anggraini, Mahasiswi Magang Universitas Sebelas Maret Surakarta)

Editor : Mizan Ahsani
magetan Melon pertanian jambangan hidroponik