alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Khofifah: Gerak Cepat Tangani Banjir Bandang Kota Batu

Batu, Jawa Pos Radar Madiun – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung dalam penanganan banjir bandang yang menerjang Kota Batu, Jumat (5/11). Selain memprioritaskan proses evakuasi pascabencana, Khofifah meminta keperluan untuk dapur umum dicukupi.

Tak hanya itu, percepatan rekonstruksi fasilitas umum yang rusak akibat terjangan material banjir juga mendapat perhatian dari orang nomor satu di Jatim tersebut. ‘’Semuanya harus gercep (gerak cepat) bersama-sama untuk memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan warga,’’ kata Khofifah di Kota Batu, Jumát (5/11).

Seperti diketahui, imbas meningkatnya curah hujan di Kota Batu berdampak pada meluapnya air Sungai Brantas ke wilayah bantaran. Tercatat enam titik terdampak yang tersebar di Kecamatan Bumiaji dan Batu.

Berdasarkan data Perusahaan Umum Jasa Tirta I, hujan di hari kejadian terpantau 80 mm kumulatif yang berlangsung selama 2 jam. Sedangkan di bagian hulu, terjadi hujan lebih deras lagi dengan nilai 100 mm dalam kurun waktu yang sama.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Cari Akal Tuntaskan Banjir Lokal

‘’Karena prediksi masih ada hujan susulan, maka diharapkan agar seluruh hunian di bantaran sungai harus segera dievakuasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi seluruh hunian di bantaran sungai. Evakuasi adalah yang tengah kita fokuskan pada masa Tanggap Darurat seperti saat ini,’’ tutur Khofifah seperti rilis yang disampaikan Pemprov Jatim.

Sampai dengan saat ini tercatat korban meninggal dunia ada dua orang. Sementara yang belum ditemukan sebanyak lima orang. Sedangkan rumah rusak terdapat 17 unit, 28 motor dan tiga mobil hanyut. (her)

Batu, Jawa Pos Radar Madiun – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung dalam penanganan banjir bandang yang menerjang Kota Batu, Jumat (5/11). Selain memprioritaskan proses evakuasi pascabencana, Khofifah meminta keperluan untuk dapur umum dicukupi.

Tak hanya itu, percepatan rekonstruksi fasilitas umum yang rusak akibat terjangan material banjir juga mendapat perhatian dari orang nomor satu di Jatim tersebut. ‘’Semuanya harus gercep (gerak cepat) bersama-sama untuk memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan warga,’’ kata Khofifah di Kota Batu, Jumát (5/11).

Seperti diketahui, imbas meningkatnya curah hujan di Kota Batu berdampak pada meluapnya air Sungai Brantas ke wilayah bantaran. Tercatat enam titik terdampak yang tersebar di Kecamatan Bumiaji dan Batu.

Berdasarkan data Perusahaan Umum Jasa Tirta I, hujan di hari kejadian terpantau 80 mm kumulatif yang berlangsung selama 2 jam. Sedangkan di bagian hulu, terjadi hujan lebih deras lagi dengan nilai 100 mm dalam kurun waktu yang sama.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Cari Akal Tuntaskan Banjir Lokal

‘’Karena prediksi masih ada hujan susulan, maka diharapkan agar seluruh hunian di bantaran sungai harus segera dievakuasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi seluruh hunian di bantaran sungai. Evakuasi adalah yang tengah kita fokuskan pada masa Tanggap Darurat seperti saat ini,’’ tutur Khofifah seperti rilis yang disampaikan Pemprov Jatim.

Sampai dengan saat ini tercatat korban meninggal dunia ada dua orang. Sementara yang belum ditemukan sebanyak lima orang. Sedangkan rumah rusak terdapat 17 unit, 28 motor dan tiga mobil hanyut. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/