alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Perkosa dan Paksa Novi Widyasari Aborsi, Bripda Randy Bagus Ditahan

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Madiun – Bripda Randy Bagus Hari Sasongko telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus meninggalnya Novia Widyasari. Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) Malang ini ditemukan tewas di samping pusara ayahanda.

Perempuan berusia 23 tahun itu diduga bunuh diri dengan menenggak racun lantaran depresi setelah diperkosa dan dipaksa aborsi oleh Randy. Paksaan aborsi itu tidak hanya sekali, namun dua kali dengan usia kandungan 4 bulan.
Adapun informasi terbaru saat ini, tersangka telah mendekam dibalik jeruji besi Polres Mojokerto.

Sebelumnya, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan status Bripda Randy sebagai tersangka di Polres Mojokerto, Sabtu (4/12) malam. Bripda Randy disangka melanggar kode etik kepolisian dan pidana umum terkait aborsi.
Lanjutnya, barang bukti yang dimiliki untuk mendukung sangkaan terhadap Bripda Randy ada dua, yakni racun potasium yang ditemukan dekat Novia Widyasari dan pil aborsi. Dari temuan awal, dikatakan kalau aborsi dilakukan dua kali. “Tapi, tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh Novia Widyasari,” kata wakapolda seperti dikutip dari JawaPos.com. (her/JPR)

Baca Juga :  Kasus Pemerkosaan Belasan Santriwati, Herry Wirawan Minta Keringanan Hukuman

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Madiun – Bripda Randy Bagus Hari Sasongko telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus meninggalnya Novia Widyasari. Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) Malang ini ditemukan tewas di samping pusara ayahanda.

Perempuan berusia 23 tahun itu diduga bunuh diri dengan menenggak racun lantaran depresi setelah diperkosa dan dipaksa aborsi oleh Randy. Paksaan aborsi itu tidak hanya sekali, namun dua kali dengan usia kandungan 4 bulan.
Adapun informasi terbaru saat ini, tersangka telah mendekam dibalik jeruji besi Polres Mojokerto.

Sebelumnya, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan status Bripda Randy sebagai tersangka di Polres Mojokerto, Sabtu (4/12) malam. Bripda Randy disangka melanggar kode etik kepolisian dan pidana umum terkait aborsi.
Lanjutnya, barang bukti yang dimiliki untuk mendukung sangkaan terhadap Bripda Randy ada dua, yakni racun potasium yang ditemukan dekat Novia Widyasari dan pil aborsi. Dari temuan awal, dikatakan kalau aborsi dilakukan dua kali. “Tapi, tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh Novia Widyasari,” kata wakapolda seperti dikutip dari JawaPos.com. (her/JPR)

Baca Juga :  Kasus Pemerkosaan Belasan Santriwati, Herry Wirawan Minta Keringanan Hukuman

Most Read

Artikel Terbaru

/