alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Besok Puncak Arus Balik Libur Nataru

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puncak arus balik Natal dan tahun baru (Nataru) perlu mendapat atensi khusus. Pasalnya, lebih dari 1,8 juta unit kendaraan keluar dari wilayah Jakarta hingga kemarin (31/12). Mobilitas itu diperkirakan bakal kembali pada puncak arus balik 2 Januari 2022. Daerah, termasuk Madiun, diminta waspada lantaran menjadi wilayah persilangan.

Itu poin utama rapat koordinasi (rakor) pengendalian transportasi tahun baru yang dipimpin Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Mapolres Madiun Kota kemarin (31/12). ‘’Kami memberi kesempatan pada masyarakat untuk melakukan perjalanan. Tapi ingat, pergi itu kalau penting-penting saja. Siapkan diri dengan vaksin dua dosis dan antigen,’’ kata Budi.

Menhub menyebut bahwa Madiun merupakan daerah ketiga yang dikunjungi setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk memantau transportasi Nataru. Dia minta seluruh elemen meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini. Terutama sebaran Omicron, varian baru Covid-19. ‘’Alhamdulillah, di negara kita tidak meluas. Agar tidak terjadi, maka harus hati-hati,’’ pesannya.

Salah satu upaya pemerintah dengan membatasi operasional tempat-tempat wisata. Budi mengapresiasi Polda Jatim terhadap upaya pengetatan di tempat-tempat tersebut. Salah satunya pengamatan intensif dan antisipasi di Jembatan Suramadu. ‘’Di tempat rekreasi kita akan batasi, lakukan prokes (protokol kesehatan, Red) ketat,’’ pintanya.

Baca Juga :  Asah Kreativitas Anak, Faber-Castell Gelar Family Art Competitions 3

Budi menyatakan, puncak mudik liburan Nataru terjadi hari ini dan besok (1-2/1). Karena itu, dia minta seluruh jajaran kepolisian dan instansi terkait berupaya meminimalkan pergerakan atau mobilitas masyarakat. ‘’Mari kita bersama 39 Kapolres di Jawa Timur, narasi dari Menkes, BNPB, korlantas, yang merupakan penindaklanjutan oleh presiden,’’ ujarnya.

Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa jajarannya siap melakukan antisipasi. Dia menegaskan bahwa mudik harus selesai H+7 atau kemarin. Saat ini pihaknya bakal konsentrasi pada pengamanan malam tahun baru. ‘’Kami ingatkan tidak euforia berlebihan untuk masyarakat. Karena memang Covid-19 cukup rawan,’’ kata Yusri dalam rakor tersebut.

Dia menyebut, konsentrasi antisipasi dipusatkan di titik-titik keluar-masuk moda transportasi. Mulai bandara, stasiun kereta api, pelabuhan, hingga terminal. Dia menekankan upaya antisipasi perlu semakin ditingkatkan. ‘’Sudah kami susun cara terbaik, mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik,’’ harapnya.

Yusri menambahkan, pengamanan arus balik wajib disiapkan seluruh pihak. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar. Mengingat angka kecelakaan di seluruh Indonesia saat ini mencapai 40 persen. ‘’Caranya memutus mata rantai dengan taat prokes. Salah satunya, mengurangi mobilitas. Itu yang kami lakukan,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Puncak arus balik Natal dan tahun baru (Nataru) perlu mendapat atensi khusus. Pasalnya, lebih dari 1,8 juta unit kendaraan keluar dari wilayah Jakarta hingga kemarin (31/12). Mobilitas itu diperkirakan bakal kembali pada puncak arus balik 2 Januari 2022. Daerah, termasuk Madiun, diminta waspada lantaran menjadi wilayah persilangan.

Itu poin utama rapat koordinasi (rakor) pengendalian transportasi tahun baru yang dipimpin Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Mapolres Madiun Kota kemarin (31/12). ‘’Kami memberi kesempatan pada masyarakat untuk melakukan perjalanan. Tapi ingat, pergi itu kalau penting-penting saja. Siapkan diri dengan vaksin dua dosis dan antigen,’’ kata Budi.

Menhub menyebut bahwa Madiun merupakan daerah ketiga yang dikunjungi setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk memantau transportasi Nataru. Dia minta seluruh elemen meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini. Terutama sebaran Omicron, varian baru Covid-19. ‘’Alhamdulillah, di negara kita tidak meluas. Agar tidak terjadi, maka harus hati-hati,’’ pesannya.

Salah satu upaya pemerintah dengan membatasi operasional tempat-tempat wisata. Budi mengapresiasi Polda Jatim terhadap upaya pengetatan di tempat-tempat tersebut. Salah satunya pengamatan intensif dan antisipasi di Jembatan Suramadu. ‘’Di tempat rekreasi kita akan batasi, lakukan prokes (protokol kesehatan, Red) ketat,’’ pintanya.

Baca Juga :  Sepanjang 2021, Pemkot Madiun Raup Pajak Rp 87,8 Miliar

Budi menyatakan, puncak mudik liburan Nataru terjadi hari ini dan besok (1-2/1). Karena itu, dia minta seluruh jajaran kepolisian dan instansi terkait berupaya meminimalkan pergerakan atau mobilitas masyarakat. ‘’Mari kita bersama 39 Kapolres di Jawa Timur, narasi dari Menkes, BNPB, korlantas, yang merupakan penindaklanjutan oleh presiden,’’ ujarnya.

Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa jajarannya siap melakukan antisipasi. Dia menegaskan bahwa mudik harus selesai H+7 atau kemarin. Saat ini pihaknya bakal konsentrasi pada pengamanan malam tahun baru. ‘’Kami ingatkan tidak euforia berlebihan untuk masyarakat. Karena memang Covid-19 cukup rawan,’’ kata Yusri dalam rakor tersebut.

Dia menyebut, konsentrasi antisipasi dipusatkan di titik-titik keluar-masuk moda transportasi. Mulai bandara, stasiun kereta api, pelabuhan, hingga terminal. Dia menekankan upaya antisipasi perlu semakin ditingkatkan. ‘’Sudah kami susun cara terbaik, mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik,’’ harapnya.

Yusri menambahkan, pengamanan arus balik wajib disiapkan seluruh pihak. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar. Mengingat angka kecelakaan di seluruh Indonesia saat ini mencapai 40 persen. ‘’Caranya memutus mata rantai dengan taat prokes. Salah satunya, mengurangi mobilitas. Itu yang kami lakukan,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/