alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Jejak Kapten Njoo Swie Lian di Kota Madiun, Kini Rumah Kapitan Jadi Kedai Kopi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah bangunan dengan arsitektur kental nuansa pecinan masih kokoh berdiri di Kota Madiun. Salah satunya rumah kapitan China di Jalan Kolonel Marhadi yang kini difungsikan sebagai kedai kopi.

Dari riwayat sejarahnya, bangunan itu dulu merupakan kediaman Kapten Njoo Swie Lian, seorang pemimpin etnis Tionghoa di Kota Madiun. Tokoh berpengaruh tersebut menempatinya mulai 1912 sampai akhir hayatnya pada 1930. ‘’Njoo Kie Siong, ayah Njoo Swie Lian, merupakan salah seorang pendiri kelenteng di Jalan Cokroaminoto,’’ kata Andri Suprianto, anggota Historia van Madioen (HvM), Selasa (1/2).

Semenjak Njoo Swie Lian meninggal, lanjut Andri, rumah itu ditempati Njoo Hong Bo, anaknya, bersama Ong Swan Nio, menantunya. Setelah itu, ganti Yenny –salah seorang anak pasangan tersebut– yang menempatinya hingga 2012 sebelum akhirnya berpindah kepemilikan. ‘’Kalau tidak salah dijual,’’ sebut Andri.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Gelontor Bantuan Ratusan Anak Korban Covid-19

Sebelum berpindah tangan, rumah kapitan China itu sempat digunakan sebagai sekretariat perkumpulan warga keturunan Tionghoa. ‘’Persisnya kapan saya kurang tahu, yang pasti setelah era kemerdekaan 1945,’’ ujarnya.

Sementara, menyambut tahun baru Imlek 2573, rumah kapitan China yang kini menjadi kedai kopi itu terlihat kental nuansa Tionghoa. Berbagai pernik khas Imlek menghiasi sudut-sudut kedai. ‘’Mulai dihias pekan lalu,’’ kata Zakaria van Zhico dari pihak kedai kopi tersebut.

Ovan -sapaan akrab Zakaria van Zhico- mengatakan, pihaknya sengaja tidak mengubah sedikit pun bangunan rumah kapitan China sehingga nilai historisnya tetap terjaga. ‘’Kebetulan kedai kopi kami juga mengusung tema sejarah,’’ ujarnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah bangunan dengan arsitektur kental nuansa pecinan masih kokoh berdiri di Kota Madiun. Salah satunya rumah kapitan China di Jalan Kolonel Marhadi yang kini difungsikan sebagai kedai kopi.

Dari riwayat sejarahnya, bangunan itu dulu merupakan kediaman Kapten Njoo Swie Lian, seorang pemimpin etnis Tionghoa di Kota Madiun. Tokoh berpengaruh tersebut menempatinya mulai 1912 sampai akhir hayatnya pada 1930. ‘’Njoo Kie Siong, ayah Njoo Swie Lian, merupakan salah seorang pendiri kelenteng di Jalan Cokroaminoto,’’ kata Andri Suprianto, anggota Historia van Madioen (HvM), Selasa (1/2).

Semenjak Njoo Swie Lian meninggal, lanjut Andri, rumah itu ditempati Njoo Hong Bo, anaknya, bersama Ong Swan Nio, menantunya. Setelah itu, ganti Yenny –salah seorang anak pasangan tersebut– yang menempatinya hingga 2012 sebelum akhirnya berpindah kepemilikan. ‘’Kalau tidak salah dijual,’’ sebut Andri.

Baca Juga :  Posbakumadin Jamin Pembebasan Bersyarat

Sebelum berpindah tangan, rumah kapitan China itu sempat digunakan sebagai sekretariat perkumpulan warga keturunan Tionghoa. ‘’Persisnya kapan saya kurang tahu, yang pasti setelah era kemerdekaan 1945,’’ ujarnya.

Sementara, menyambut tahun baru Imlek 2573, rumah kapitan China yang kini menjadi kedai kopi itu terlihat kental nuansa Tionghoa. Berbagai pernik khas Imlek menghiasi sudut-sudut kedai. ‘’Mulai dihias pekan lalu,’’ kata Zakaria van Zhico dari pihak kedai kopi tersebut.

Ovan -sapaan akrab Zakaria van Zhico- mengatakan, pihaknya sengaja tidak mengubah sedikit pun bangunan rumah kapitan China sehingga nilai historisnya tetap terjaga. ‘’Kebetulan kedai kopi kami juga mengusung tema sejarah,’’ ujarnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/