alexametrics
30 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Putus Total Hampir Setahun, Jembatan Patihan Belum Tersentuh Perbaikan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib jembatan Patihan yang putus awal 2021 lalu hingga kini belum jelas. Sebab, realisasi perbaikan atau pembangunan kembali jembatan itu di tangan Pemprov Jawa Timur dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Kondisinya pun semakin mengenaskan.

Jembatan penghubung Kelurahan Patihan, Ngegong, dan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, itu belum tersentuh perbaikan. Tak pelak, warga tiga kelurahan itu mesti besusah payah untuk mengakses kawasan seberang. ‘’Harus memutar lewat jembatan Prambanan atau ring road barat,’’ keluh Eko Setiyawan, warga Patihan, Selasa (1/3).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun Suwarno mengatakan, perbaikan jembatan Patihan sudah diusulkan ke Pemprov Jatim dan Kemen-PUPR. Kapan direalisasikan, harus menunggu jawaban dari pemprov dan pusat. ‘’Usulan itu juga sudah masuk musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) tahun ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Korban Kekerasan pada Perempuan dan Anak, Mayoritas Pilih Tidak Lapor

Menurut dia, jembatan butuh perbaikan total atau dibangun baru. Setidaknya butuh anggaran sekitar Rp 60 miliar. ‘’Kami tidak bisa memastikan kapan realisasinya,’’ tutur Suwarno.

Sesuai usulan, dimensi jembatan baru bakal lebih lebar. Jika sebelumnya selebar 2,75 meter, menjadi sekitar tujuh hingga delapan meter. Sedangkan panjangnya tetap sekitar 130 meter. Sejatinya, sebut Suwarno, pembangunan kembali jembatan masuk skala prioritas. ‘’Tapi, karena keterbatasan anggaran daerah, kami usulkan ke provinsi dan pusat,’’ terangnya.

Diketahui, jembatan yang juga akses alternatif menuju ring road barat itu rusak sejak November 2017 lalu. Kala itu, konstruksi fondasi sisi barat bergeser ke utara. Maret 2020, konstruksi bentangan jembatan sebelah barat semakin bergeser ke utara. November 2020, dua pilar dari total lima pilar penyangga ambles sekitar 20 sentimeter. Sebelum akhirnya roboh 1 April 2021 lalu. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib jembatan Patihan yang putus awal 2021 lalu hingga kini belum jelas. Sebab, realisasi perbaikan atau pembangunan kembali jembatan itu di tangan Pemprov Jawa Timur dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Kondisinya pun semakin mengenaskan.

Jembatan penghubung Kelurahan Patihan, Ngegong, dan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, itu belum tersentuh perbaikan. Tak pelak, warga tiga kelurahan itu mesti besusah payah untuk mengakses kawasan seberang. ‘’Harus memutar lewat jembatan Prambanan atau ring road barat,’’ keluh Eko Setiyawan, warga Patihan, Selasa (1/3).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun Suwarno mengatakan, perbaikan jembatan Patihan sudah diusulkan ke Pemprov Jatim dan Kemen-PUPR. Kapan direalisasikan, harus menunggu jawaban dari pemprov dan pusat. ‘’Usulan itu juga sudah masuk musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) tahun ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Proyek Pelabuhan Gelon, Pemkab Pacitan Terus-terusan Lobi Pusat

Menurut dia, jembatan butuh perbaikan total atau dibangun baru. Setidaknya butuh anggaran sekitar Rp 60 miliar. ‘’Kami tidak bisa memastikan kapan realisasinya,’’ tutur Suwarno.

Sesuai usulan, dimensi jembatan baru bakal lebih lebar. Jika sebelumnya selebar 2,75 meter, menjadi sekitar tujuh hingga delapan meter. Sedangkan panjangnya tetap sekitar 130 meter. Sejatinya, sebut Suwarno, pembangunan kembali jembatan masuk skala prioritas. ‘’Tapi, karena keterbatasan anggaran daerah, kami usulkan ke provinsi dan pusat,’’ terangnya.

Diketahui, jembatan yang juga akses alternatif menuju ring road barat itu rusak sejak November 2017 lalu. Kala itu, konstruksi fondasi sisi barat bergeser ke utara. Maret 2020, konstruksi bentangan jembatan sebelah barat semakin bergeser ke utara. November 2020, dua pilar dari total lima pilar penyangga ambles sekitar 20 sentimeter. Sebelum akhirnya roboh 1 April 2021 lalu. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/