alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Pemkot Madiun Bakal Ajukan Ukur Ulang Lahan Pelebaran Jalan Nasional

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun gerak cepat. Kendala perbaikan dan pelebaran jalan nasional bakal segera dicarikan solusinya. Ukur ulang lahan terdampak proyek yang diklaim milik warga akan dikebut dalam sepekan ke depan. ‘’Ini sesuai arahan wali kota,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Rabu (1/6).

DPUPR, lanjut dia, diminta mem-back up proyek Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) tersebut. Karena itu, pihaknya bakal mengawal Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam pengukuran ulang lahan di Jalan Basuki Rahmat. Sebab, pemilik lahan yang berhak mengajukan permohonan ukur ulang. ‘’Akan kami lihat progresnya. Kalau lambat, pemkot yang akan minta ukur ulang,’’ ujarnya.

Menurut dia, pemkot harus ikut cawe-cawe untuk mengantisipasi warga yang bersangkutan ogah-ogahan meminta ukur ulang. Sehingga, bakal membuang-buang waktu. Sementara BBPJN Jatim-Bali juga ditarget pengerjaan rampung on schedule. ‘’Kalau pemohon warga kena PNBP (penerimaan negara bukan pajak). Kami memberi kesempatan pemilik lebih dulu meminta ukur ulang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Penegakan Aturan PPKM Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Pihaknya memahami bahwa progres pekerjaan jalan nasional minus lantaran terganjal persoalan lahan warga yang terdampak tersebut. Namun, dia optimistis proyek bakal rampung sesuai target. Pemkot berkomitmen membantu pembangunan nasional. ‘’Meski proyek nasional atau bukan proyek kami, tetap kami bantu demi kepentingan umum,’’ tuturnya.

Tidak hanya itu, tiang-tiang utilitas kabel udara yang masih terpasang di lokasi proyek akan ditertibkan. Provider pemilik tiang diminta segera memindahkan. ‘’Butuh waktu untuk memindahkan. Kami juga koordinsasi dengan disperkim (dinas perumahan dan kawasan permukiman) untuk memindah tiang lampu PJU (penerangan jalan umum),’’ ujarnya.

Sebelumnya, pihak BBPJN menyatakan bahwa jika kendala tersebut tidak segera dicarikan solusi bakal memengaruhi progres perbaikan lima ruas jalan nasional lainnya di wilayah kota ini. Yakni, Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan pelebaran di Jalan Basuki Rahmat 630 meter. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun gerak cepat. Kendala perbaikan dan pelebaran jalan nasional bakal segera dicarikan solusinya. Ukur ulang lahan terdampak proyek yang diklaim milik warga akan dikebut dalam sepekan ke depan. ‘’Ini sesuai arahan wali kota,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Rabu (1/6).

DPUPR, lanjut dia, diminta mem-back up proyek Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) tersebut. Karena itu, pihaknya bakal mengawal Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam pengukuran ulang lahan di Jalan Basuki Rahmat. Sebab, pemilik lahan yang berhak mengajukan permohonan ukur ulang. ‘’Akan kami lihat progresnya. Kalau lambat, pemkot yang akan minta ukur ulang,’’ ujarnya.

Menurut dia, pemkot harus ikut cawe-cawe untuk mengantisipasi warga yang bersangkutan ogah-ogahan meminta ukur ulang. Sehingga, bakal membuang-buang waktu. Sementara BBPJN Jatim-Bali juga ditarget pengerjaan rampung on schedule. ‘’Kalau pemohon warga kena PNBP (penerimaan negara bukan pajak). Kami memberi kesempatan pemilik lebih dulu meminta ukur ulang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Penegakan Aturan PPKM Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Pihaknya memahami bahwa progres pekerjaan jalan nasional minus lantaran terganjal persoalan lahan warga yang terdampak tersebut. Namun, dia optimistis proyek bakal rampung sesuai target. Pemkot berkomitmen membantu pembangunan nasional. ‘’Meski proyek nasional atau bukan proyek kami, tetap kami bantu demi kepentingan umum,’’ tuturnya.

Tidak hanya itu, tiang-tiang utilitas kabel udara yang masih terpasang di lokasi proyek akan ditertibkan. Provider pemilik tiang diminta segera memindahkan. ‘’Butuh waktu untuk memindahkan. Kami juga koordinsasi dengan disperkim (dinas perumahan dan kawasan permukiman) untuk memindah tiang lampu PJU (penerangan jalan umum),’’ ujarnya.

Sebelumnya, pihak BBPJN menyatakan bahwa jika kendala tersebut tidak segera dicarikan solusi bakal memengaruhi progres perbaikan lima ruas jalan nasional lainnya di wilayah kota ini. Yakni, Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan pelebaran di Jalan Basuki Rahmat 630 meter. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/