alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Puluhan SMP di Kabupaten Madiun Gagal Penuhi Pagu

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bangku-bangku SMP di Kabupaten Madiun banyak yang kosong. Hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022, hanya sekitar 25 persen sekolah jenjang tersebut yang pagunya terpenuhi. ‘’Cuma 13 (dari total SMP) yang pagunya terpenuhi,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Agus Widi Agung, Kamis (1/7).

SMP yang pagunya terpenuhi antara lain SMPN 1 Mejayan, SMPN 2 Mejayan, dan SMPN Wonoasri. Sementara, 35 sekolah lainnya gagal memenuhi target jumlah siswa. ‘’Jika dirata-rata, keterpenuhan pagu PPDB SMP tahun ini sekitar 62 persen,’’ ungkapnya sembari menyebut kemarin merupakan hari terakhir daftar ulang siswa baru SMP.

Baca Juga :  Kakak Adik Edarkan Sabu 70,53 Gram, Pelaku Jaringan Lapas

Dia menjelaskan, hingga tahun ajaran baru yang rencananya dimulai 12 Juli mendatang, puluhan sekolah tersebut tetap gagal memenuhi pagu. Pasalnya, sesuai regulasi tidak diperkenankan menerima pendaftaran lagi. ‘’Masa pendaftaran berakhir pada 24 Juni,’’ ujar Agung. (den/c1/isd/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bangku-bangku SMP di Kabupaten Madiun banyak yang kosong. Hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022, hanya sekitar 25 persen sekolah jenjang tersebut yang pagunya terpenuhi. ‘’Cuma 13 (dari total SMP) yang pagunya terpenuhi,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Agus Widi Agung, Kamis (1/7).

SMP yang pagunya terpenuhi antara lain SMPN 1 Mejayan, SMPN 2 Mejayan, dan SMPN Wonoasri. Sementara, 35 sekolah lainnya gagal memenuhi target jumlah siswa. ‘’Jika dirata-rata, keterpenuhan pagu PPDB SMP tahun ini sekitar 62 persen,’’ ungkapnya sembari menyebut kemarin merupakan hari terakhir daftar ulang siswa baru SMP.

Baca Juga :  Dari Buruh Potong Kaca, Bobby Kini Sukses Jadi Mekanik Vespa

Dia menjelaskan, hingga tahun ajaran baru yang rencananya dimulai 12 Juli mendatang, puluhan sekolah tersebut tetap gagal memenuhi pagu. Pasalnya, sesuai regulasi tidak diperkenankan menerima pendaftaran lagi. ‘’Masa pendaftaran berakhir pada 24 Juni,’’ ujar Agung. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/