alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Pedagang Resmi Sunday Market Tembus 640 Orang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dag-dig-dug-ser dirasakan seluruh bakal pedagang yang akan menempati lapak Sunday Market di Taman Bantaran Rabu (31/7). Pasalnya, para pedagang melakukan pengundian nomor lapak. Sedikitnya 640 calon pedagang yang hadir berharap mendapatkan nomor undian di lapak yang nyaman dan teduh.

Denisa Novia, pedagang asal Kelurahan Oro Oro Ombo, Kartoharjo, misalnya. Usai mendapatkan nomor lapak 193, dia bergegas meninggalkan lokasi pertemuan di Wisma Haji Kota Madiun. Kemudian menuju Taman Bantaran untuk melihat lokasi lapak dengan nomor tersebut. ’’Tidak ditarik biaya, belum lihat kondisinya di sana seperti apa. Ini mau ke sana untuk lihat lokasi,’’ kata Novia.

Dia berharap mendapatkan tempat yang nyaman dan strategis di dekat pintu masuk. Kendati demikian, jika tempat yang didapatkan tidak sesuai angan-angan, dia tetap berjualan di lokasi yang telah didapatkan melalui pengundian. ‘’Memang sudah disepakati untuk diundi. Tidak dikategorikan sesuai dengan jenis barang dagangan,’’ lanjutnya.

Seperti diketahui, penataan lapak di Sunday Market nantinya tidak dikategorikan sesuai jenis dagangan. Itu sesuai kesepakatan sebelumnya antara pedagang dengan pemerintah kota (pemkot) setempat. Alasannya, agar pengunjung dapat merata berkunjung ke seluruh lapak yang disediakan. ‘’Kalau seumpama dekat pedagang yang jual makanan terus asapnya ke dagangan saya, nanti dipikir belakangan saja. Rezeki sudah ada yang mengatur,’’ ungkapnya sembari menyebut berdagang baju.

Seluruh pedagang tidak mengeluhkan soal nomor pengundian tersebut. Hanya saja, mayoritas mereka kebingungan mengangkut barang dari lahan parkir yang disediakan. Muhanah, misalnya. Nenek 65 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Manguharjo yang jualan baju itu mengeluhkan cara mengangkut barang dagangan. ’’Bawa dagangannya nanti bagaimana, naik turun bawa barang dari mobil lokasinya cukup jauh,’’ kata Muhanah sebelum acara pengundian nomor dimulai.

Hal yang sama juga dirasakan Lasimin, pedagang tanaman herbal asal Jalan Kalimantan. Dia juga masih kebingungan cara mengangkut dagangan yang biasanya dia angkut dengan becak. ‘’Apakah becak nanti bisa diparkir di pinggir jalan, atau di atas itu,’’ kata Lasimin.

Baca Juga :  Maidi: Kami Cinta Indonesia

Cornelius Agung Bintoro, ketua Paguyuban Pedagang CFD, berharap hal sama. Kendaraan untuk bongkar muat dagangan dapat masuk ke area Sunday Market. Syarat dan ketentuan disesuaikan dengan aturan main pemerintah. ‘’Seperti apa aturan mainnya nanti kita ikuti aturan dari pemerintah,’’ kata Cornel.

Cornel juga berharap dengan penambahan jam berdagang dari yang semula pukul 06.00-08.00 menjadi 06.00-12.00 dapat meningkatkan pendapatan para pedagang. Pun setiap malam minggu pedagang juga diizinkan membuka lapaknya. ‘’Ditambah nanti ada event rutin yang diselenggarakan pemkot. Kami berharap dapat menjadi pasar percontohan,’’ lanjutnya.

Wali Kota Madiun Maidi yang hadir dalam acara mengatakan bahwa kendaraan angkut barang dagangan dapat masuk ke lokasi sebelum pukul 05.00 pagi. Aturannya pukul 05.30 lokasi sudah harus bebas dari kendaraan. ‘’Pukul 13.00 silakan kalau kendaraan ingin masuk meringkas barang dagangan,’’ kata Maidi.

Orang nomor satu di Kota Madiun itu menegaskan kembali ingin mengajak pedagang untuk disiplin. Selain disiplin waktu, juga dalam hal kebersihan. Secara tegas, dia bakal memberlakukan penalti bagi pedagang yang membuang sampah sembarangan. ‘’Jika membuang sampah sembarangan ada petugas yang mengawasi. Konsekuensi logisnya penalti, digantikan pedagang yang masih dalam antrean menempati lapak,’’ lanjutnya.

Untuk lokasi parkir, pemkot telah menyediakan lokasi di sepanjang Jalan Ahmad Yani sampai batas masuk ke permukiman warga. Parkir dikelola oleh pemuda setempat dan dibantu petugas. Pada pelaksanaannya, jalan tersebut bakal ditutup sementara. ‘’Untuk parkir pengunjung dan pembeli,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Madiun Gaguk Hariyono mengungkapkan, sedikitya ada 300-an pedagang yang masuk dalam list antrean. Pihaknya berharap dengan konsep Sunday Market perputaran uang semakin meningkat. ‘’Kalau sudah dipindah nanti dapat diukur berapa perputaran uangnya,’’ kata Gaguk. (mg7/c1/ota)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dag-dig-dug-ser dirasakan seluruh bakal pedagang yang akan menempati lapak Sunday Market di Taman Bantaran Rabu (31/7). Pasalnya, para pedagang melakukan pengundian nomor lapak. Sedikitnya 640 calon pedagang yang hadir berharap mendapatkan nomor undian di lapak yang nyaman dan teduh.

Denisa Novia, pedagang asal Kelurahan Oro Oro Ombo, Kartoharjo, misalnya. Usai mendapatkan nomor lapak 193, dia bergegas meninggalkan lokasi pertemuan di Wisma Haji Kota Madiun. Kemudian menuju Taman Bantaran untuk melihat lokasi lapak dengan nomor tersebut. ’’Tidak ditarik biaya, belum lihat kondisinya di sana seperti apa. Ini mau ke sana untuk lihat lokasi,’’ kata Novia.

Dia berharap mendapatkan tempat yang nyaman dan strategis di dekat pintu masuk. Kendati demikian, jika tempat yang didapatkan tidak sesuai angan-angan, dia tetap berjualan di lokasi yang telah didapatkan melalui pengundian. ‘’Memang sudah disepakati untuk diundi. Tidak dikategorikan sesuai dengan jenis barang dagangan,’’ lanjutnya.

Seperti diketahui, penataan lapak di Sunday Market nantinya tidak dikategorikan sesuai jenis dagangan. Itu sesuai kesepakatan sebelumnya antara pedagang dengan pemerintah kota (pemkot) setempat. Alasannya, agar pengunjung dapat merata berkunjung ke seluruh lapak yang disediakan. ‘’Kalau seumpama dekat pedagang yang jual makanan terus asapnya ke dagangan saya, nanti dipikir belakangan saja. Rezeki sudah ada yang mengatur,’’ ungkapnya sembari menyebut berdagang baju.

Seluruh pedagang tidak mengeluhkan soal nomor pengundian tersebut. Hanya saja, mayoritas mereka kebingungan mengangkut barang dari lahan parkir yang disediakan. Muhanah, misalnya. Nenek 65 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Manguharjo yang jualan baju itu mengeluhkan cara mengangkut barang dagangan. ’’Bawa dagangannya nanti bagaimana, naik turun bawa barang dari mobil lokasinya cukup jauh,’’ kata Muhanah sebelum acara pengundian nomor dimulai.

Hal yang sama juga dirasakan Lasimin, pedagang tanaman herbal asal Jalan Kalimantan. Dia juga masih kebingungan cara mengangkut dagangan yang biasanya dia angkut dengan becak. ‘’Apakah becak nanti bisa diparkir di pinggir jalan, atau di atas itu,’’ kata Lasimin.

Baca Juga :  Wahono Laporkan Peniru Konten JTV Madiun

Cornelius Agung Bintoro, ketua Paguyuban Pedagang CFD, berharap hal sama. Kendaraan untuk bongkar muat dagangan dapat masuk ke area Sunday Market. Syarat dan ketentuan disesuaikan dengan aturan main pemerintah. ‘’Seperti apa aturan mainnya nanti kita ikuti aturan dari pemerintah,’’ kata Cornel.

Cornel juga berharap dengan penambahan jam berdagang dari yang semula pukul 06.00-08.00 menjadi 06.00-12.00 dapat meningkatkan pendapatan para pedagang. Pun setiap malam minggu pedagang juga diizinkan membuka lapaknya. ‘’Ditambah nanti ada event rutin yang diselenggarakan pemkot. Kami berharap dapat menjadi pasar percontohan,’’ lanjutnya.

Wali Kota Madiun Maidi yang hadir dalam acara mengatakan bahwa kendaraan angkut barang dagangan dapat masuk ke lokasi sebelum pukul 05.00 pagi. Aturannya pukul 05.30 lokasi sudah harus bebas dari kendaraan. ‘’Pukul 13.00 silakan kalau kendaraan ingin masuk meringkas barang dagangan,’’ kata Maidi.

Orang nomor satu di Kota Madiun itu menegaskan kembali ingin mengajak pedagang untuk disiplin. Selain disiplin waktu, juga dalam hal kebersihan. Secara tegas, dia bakal memberlakukan penalti bagi pedagang yang membuang sampah sembarangan. ‘’Jika membuang sampah sembarangan ada petugas yang mengawasi. Konsekuensi logisnya penalti, digantikan pedagang yang masih dalam antrean menempati lapak,’’ lanjutnya.

Untuk lokasi parkir, pemkot telah menyediakan lokasi di sepanjang Jalan Ahmad Yani sampai batas masuk ke permukiman warga. Parkir dikelola oleh pemuda setempat dan dibantu petugas. Pada pelaksanaannya, jalan tersebut bakal ditutup sementara. ‘’Untuk parkir pengunjung dan pembeli,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Madiun Gaguk Hariyono mengungkapkan, sedikitya ada 300-an pedagang yang masuk dalam list antrean. Pihaknya berharap dengan konsep Sunday Market perputaran uang semakin meningkat. ‘’Kalau sudah dipindah nanti dapat diukur berapa perputaran uangnya,’’ kata Gaguk. (mg7/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/