alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Dongkrek Keliling Usir Pagebluk Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pagebluk korona coba diusir lewat jalur tradisi peninggalan nenek moyang. Belakangan, sejumlah warga Desa Cermo, Kare, menggelar dongkrek keliling desa. Topeng berbagai karakter dikenakan. Plus peranti pengiring ala kadarnya. ‘’Sudah beberapa kali ini dongkrek keliling,’’ kata Arif Wahyudi, warga setempat, Minggu (1/8).

Belasan warga terlibat dalam dongkrek keliling. Sebagian mengenakan topeng, yang lain mengiringi dengan berbagai peralatan musik. Seperti panci, kentongan, maupun tampah. Mereka meyakini ritual dongkrek keliling dapat mengusir Covid-19. ‘’Dongkrek keliling diadakan supaya pandemi cepat berakhir di Cermo maupun di Indonesia,’’ ungkapnya.

Dongkrek keliling dilakukan malam hari. Rentang pukul 22.00 sampai 01.00. Mengapa demikian? Jumiran, warga lainnya, mengatakan bahwa penyakit itu keluyuran saat malam. ‘’Nenek moyang dulu bilang, tanggapno tok-tok-bruk (dongkrek, Red) saat desa kena musibah apa saja. Kali ini untuk mengusir korona,’’ terang Jumiran.

Baca Juga :  Khawatir Okupansi Anjlok Kembali

Lewat ikhtiar itu, masyarakat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Tidak ada musibah dan penyakit apa pun yang menyasar masyarakat. ‘’Dengan tok-tok-bruk ini, insya Allah ngijabahi. Semoga Cermo jadi desa ayem, tentrem, dan barokah,’’ harapnya. (den/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pagebluk korona coba diusir lewat jalur tradisi peninggalan nenek moyang. Belakangan, sejumlah warga Desa Cermo, Kare, menggelar dongkrek keliling desa. Topeng berbagai karakter dikenakan. Plus peranti pengiring ala kadarnya. ‘’Sudah beberapa kali ini dongkrek keliling,’’ kata Arif Wahyudi, warga setempat, Minggu (1/8).

Belasan warga terlibat dalam dongkrek keliling. Sebagian mengenakan topeng, yang lain mengiringi dengan berbagai peralatan musik. Seperti panci, kentongan, maupun tampah. Mereka meyakini ritual dongkrek keliling dapat mengusir Covid-19. ‘’Dongkrek keliling diadakan supaya pandemi cepat berakhir di Cermo maupun di Indonesia,’’ ungkapnya.

Dongkrek keliling dilakukan malam hari. Rentang pukul 22.00 sampai 01.00. Mengapa demikian? Jumiran, warga lainnya, mengatakan bahwa penyakit itu keluyuran saat malam. ‘’Nenek moyang dulu bilang, tanggapno tok-tok-bruk (dongkrek, Red) saat desa kena musibah apa saja. Kali ini untuk mengusir korona,’’ terang Jumiran.

Baca Juga :  PPKM Kota Madiun Turun ke Level 2

Lewat ikhtiar itu, masyarakat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Tidak ada musibah dan penyakit apa pun yang menyasar masyarakat. ‘’Dengan tok-tok-bruk ini, insya Allah ngijabahi. Semoga Cermo jadi desa ayem, tentrem, dan barokah,’’ harapnya. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/