alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Rumah Jamur Ambyar Diterjang Longsor

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketika banyak warga asyik menyambut malam pergantian tahun, longsor menerjang Desa Bodag, Kare. Talut jalan setinggi tiga meter dan panjang 12 meter ambrol menimpa rumah milik Dangkung, kepala desa (kades) setempat. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00, Selasa (31/12).

Beruntung kejadian pada malam tahun baru itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, bangunan difungsikan untuk rumah budi daya jamur tiram. ‘’Awalnya terdengar suara gemuruh seperti pohon ambruk, tapi keras,’’ kata Yanto, warga setempat, Rabu (1/1).

Sebelum kejadian, wilayah Desa Bodag diguyur hujan lebat sekitar tiga jam. Yanto yang sedang cangkrukan dengan sejumlah warga lain terkejut mendengar suara gemuruh itu. Sumber suara dari rumah budi daya jamur tiram milik Dangkung. ‘’Setelah kami datangi, kondisi rumah sudah berantakan,’’ ungkapnya.

Rumah budi daya jamur untuk pengembangan desa sebagai kampung jamur modern itu rata tanah. Atap bangunan menempel tebing talut jalan. Sebagian dinding berbahan anyaman bambu. Ambyar setelah material longsoran tanah bercampur batu menerjang. ‘’Isinya alat-alat produksi jamur seperti mesin pengepak, diesel, traktor, dan beberapa baglog jamur,’’ sebut Dangkung.

Baca Juga :  Soal Pemekaran Wilayah, Pekan Depan Konsultasi ke Kemendagri

Dangkung menduga longsor terjadi bukan hanya karena hujan lebat sebelumnya. Pipa air yang putus di lokasi kejadian juga disebut sebagai salah satu faktor penyebab. Hujan deras ditambah pipa air putus menimbulkan genangan. ‘’Karena ada air yang terbendung itu, tanah tidak bisa menampung air, kemudian longsor,’’ jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat longsor ditaksir mencapai Rp 30 juta. Warga setempat pun bergotong royong membersihkan material longsoran. Pun menyelamatkan isi maupun bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketika banyak warga asyik menyambut malam pergantian tahun, longsor menerjang Desa Bodag, Kare. Talut jalan setinggi tiga meter dan panjang 12 meter ambrol menimpa rumah milik Dangkung, kepala desa (kades) setempat. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00, Selasa (31/12).

Beruntung kejadian pada malam tahun baru itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, bangunan difungsikan untuk rumah budi daya jamur tiram. ‘’Awalnya terdengar suara gemuruh seperti pohon ambruk, tapi keras,’’ kata Yanto, warga setempat, Rabu (1/1).

Sebelum kejadian, wilayah Desa Bodag diguyur hujan lebat sekitar tiga jam. Yanto yang sedang cangkrukan dengan sejumlah warga lain terkejut mendengar suara gemuruh itu. Sumber suara dari rumah budi daya jamur tiram milik Dangkung. ‘’Setelah kami datangi, kondisi rumah sudah berantakan,’’ ungkapnya.

Rumah budi daya jamur untuk pengembangan desa sebagai kampung jamur modern itu rata tanah. Atap bangunan menempel tebing talut jalan. Sebagian dinding berbahan anyaman bambu. Ambyar setelah material longsoran tanah bercampur batu menerjang. ‘’Isinya alat-alat produksi jamur seperti mesin pengepak, diesel, traktor, dan beberapa baglog jamur,’’ sebut Dangkung.

Baca Juga :  Uang Seragam Dibelikan Kuota Internet

Dangkung menduga longsor terjadi bukan hanya karena hujan lebat sebelumnya. Pipa air yang putus di lokasi kejadian juga disebut sebagai salah satu faktor penyebab. Hujan deras ditambah pipa air putus menimbulkan genangan. ‘’Karena ada air yang terbendung itu, tanah tidak bisa menampung air, kemudian longsor,’’ jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat longsor ditaksir mencapai Rp 30 juta. Warga setempat pun bergotong royong membersihkan material longsoran. Pun menyelamatkan isi maupun bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/