alexametrics
25.2 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Fenomena La Nina Picu Cuaca Ekstrem

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Waspadai cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi diprediksi bakal mengguyur wilayah Kota Madiun dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan mencapai 200-400 milimeter. ‘’Jauh lebih tinggi dibanding Oktober tahun lalu,’’ kata Setiyaris, pengamat meteorologi dan geofisika muda BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Selasa (2/11).

Setiyaris menuturkan, tingginya curah hujan dipengaruhi fenomena La Nina yang biasanya terjadi dalam siklus 5-6 tahun. Prakiraan BMKG, intensitas hujan bakal mencapai puncaknya pada Januari-Februari mendatang. ‘’La Nina mengakibatkan curah hujan naik 20-40 persen bulan ini dan bisa meningkat 70 persen di bulan-bulan berikutnya,’’ bebernya.

Dia menjelaskan, fenomena La Nina ditandai mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dampaknya, suhu sekitar wilayah Indonesia menghangat. ‘’Sehingga memengaruhi pembentukan awan hujan,’’ ungkap Setiyaris sembari menyebut cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, mulai banjir hingga angin puting beliung. (tr1/c1/isd/her)

Baca Juga :  Madiun iFest 2021 Digeber Mulai Hari Ini

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Waspadai cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi diprediksi bakal mengguyur wilayah Kota Madiun dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan mencapai 200-400 milimeter. ‘’Jauh lebih tinggi dibanding Oktober tahun lalu,’’ kata Setiyaris, pengamat meteorologi dan geofisika muda BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Selasa (2/11).

Setiyaris menuturkan, tingginya curah hujan dipengaruhi fenomena La Nina yang biasanya terjadi dalam siklus 5-6 tahun. Prakiraan BMKG, intensitas hujan bakal mencapai puncaknya pada Januari-Februari mendatang. ‘’La Nina mengakibatkan curah hujan naik 20-40 persen bulan ini dan bisa meningkat 70 persen di bulan-bulan berikutnya,’’ bebernya.

Dia menjelaskan, fenomena La Nina ditandai mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dampaknya, suhu sekitar wilayah Indonesia menghangat. ‘’Sehingga memengaruhi pembentukan awan hujan,’’ ungkap Setiyaris sembari menyebut cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, mulai banjir hingga angin puting beliung. (tr1/c1/isd/her)

Baca Juga :  Nihil Hasil Selisih Laporan Keuangan KPRI Wahana Tirta Artha

Most Read

Artikel Terbaru

/