alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Supri Wahyudi Utomo Rektor Baru Unipma, SDM-Akreditasi Jadi Prioritas

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (Unipma) berganti nakhoda. Setelah melewati proses pemilihan sejak Mei 2021 lalu, kemarin (2/2) Supri Wahyudi Utomo resmi menjabat rektor perguruan tinggi tersebut menggantikan Parji.

Pelantikan Supri sebagai rektor baru masa bakti 2022-2026 dikuatkan dengan surat keputusan nomor 055/C/PPLP PT PGRI MDN/2022 tentang pengangkatan rektor Universitas PGRI Madiun.

Di lingkungan Unipma, Supri bukan sosok yang asing. Pria 56 tahun itu sudah hampir tiga dekade berkarier di perguruan tinggi tersebut. Diawali dengan menjadi dosen pada 1993. Enam tahun berselang dia dipercaya sebagai asisten pembantu rektor III. Kemudian, menjabat dekan FP IPS periode 2017-2011 (selengkapnya lihat grafis).

Sebagai rektor baru, Supri bertekad mentransformasikan Unipma menjadi kampus yang berkualitas. ‘’Fondasi Unipma sudah kuat berkat rintisan Prof. Parji. Sekarang tugas saya membenahi tatanan struktural universitas seperti pengangkatan wakil rektor, penetapan dekan melalui proses pemilihan, Kaprodi, dan pejabat struktural yang lain,’’ ungkapnya usai prosesi pelantikan di Gedung Graha Cendekia kemarin.

SAH: Supri Wahyudi Utomo dilantik menjadi Rektor Unipma yang baru kemarin (3/2). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan akreditasi sejumlah program studi (prodi) menjadi prioritas pria kelahiran Madiun, 19 November 1966, tersebut. Tahun ini sedikitnya tujuh prodi sedang dalam proses reakreditasi. Perinciannya, dua prodi pascasarjana, prodi manajemen, FKIP, dan dua prodi lain yang masih menunggu visitasi. Supri menargetkan ketujuh prodi tersebut minimal mengantongi akreditasi dengan predikat baik sekali. ‘’Prestasi kampus maupun mahasiswa juga akan terus kami tingkatkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gegara Korona, Ratusan Mahasiswa Unipma dari Dua Kecamatan Ditarik

Supri menuturkan, saat ini Unipma memiliki 23 program studi, satu D-3, dan dua pascasarjana. Pun, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menambah program doktor. ‘’Ini PR (pekerjaan rumah) yang harus saya realisasikan,’’ kata Supri.

Pihaknya juga berupaya meningkatkan kerja sama dengan kampus dan lembaga lain, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, menetapkan skala prioritas untuk mengimplementasikan berbagai memorandum of understanding (MoU) dalam bentuk kegiatan riil.

Supri berharap, kualitas Unipma semakin moncer. Baik dari segi SDM maupun prestasi. ‘’Yang paling penting, kualitas SDM harus ditingkatkan sehingga kita lebih mudah dan leluasa dalam mewujudkan apa yang kita inginkan,’’ pungkasnya. (afi/aan/isd/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (Unipma) berganti nakhoda. Setelah melewati proses pemilihan sejak Mei 2021 lalu, kemarin (2/2) Supri Wahyudi Utomo resmi menjabat rektor perguruan tinggi tersebut menggantikan Parji.

Pelantikan Supri sebagai rektor baru masa bakti 2022-2026 dikuatkan dengan surat keputusan nomor 055/C/PPLP PT PGRI MDN/2022 tentang pengangkatan rektor Universitas PGRI Madiun.

Di lingkungan Unipma, Supri bukan sosok yang asing. Pria 56 tahun itu sudah hampir tiga dekade berkarier di perguruan tinggi tersebut. Diawali dengan menjadi dosen pada 1993. Enam tahun berselang dia dipercaya sebagai asisten pembantu rektor III. Kemudian, menjabat dekan FP IPS periode 2017-2011 (selengkapnya lihat grafis).

Sebagai rektor baru, Supri bertekad mentransformasikan Unipma menjadi kampus yang berkualitas. ‘’Fondasi Unipma sudah kuat berkat rintisan Prof. Parji. Sekarang tugas saya membenahi tatanan struktural universitas seperti pengangkatan wakil rektor, penetapan dekan melalui proses pemilihan, Kaprodi, dan pejabat struktural yang lain,’’ ungkapnya usai prosesi pelantikan di Gedung Graha Cendekia kemarin.

SAH: Supri Wahyudi Utomo dilantik menjadi Rektor Unipma yang baru kemarin (3/2). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan akreditasi sejumlah program studi (prodi) menjadi prioritas pria kelahiran Madiun, 19 November 1966, tersebut. Tahun ini sedikitnya tujuh prodi sedang dalam proses reakreditasi. Perinciannya, dua prodi pascasarjana, prodi manajemen, FKIP, dan dua prodi lain yang masih menunggu visitasi. Supri menargetkan ketujuh prodi tersebut minimal mengantongi akreditasi dengan predikat baik sekali. ‘’Prestasi kampus maupun mahasiswa juga akan terus kami tingkatkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ulfa Mumtaza Tonjolkan Keberagaman Nusantara di Setiap Karyanya

Supri menuturkan, saat ini Unipma memiliki 23 program studi, satu D-3, dan dua pascasarjana. Pun, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menambah program doktor. ‘’Ini PR (pekerjaan rumah) yang harus saya realisasikan,’’ kata Supri.

Pihaknya juga berupaya meningkatkan kerja sama dengan kampus dan lembaga lain, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, menetapkan skala prioritas untuk mengimplementasikan berbagai memorandum of understanding (MoU) dalam bentuk kegiatan riil.

Supri berharap, kualitas Unipma semakin moncer. Baik dari segi SDM maupun prestasi. ‘’Yang paling penting, kualitas SDM harus ditingkatkan sehingga kita lebih mudah dan leluasa dalam mewujudkan apa yang kita inginkan,’’ pungkasnya. (afi/aan/isd/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/