alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Hiswana Migas Antisipasi Kegaduhan Pasar Elpiji

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Buntut kenaikan harga, diprediksi bakal terjadi ‘’migrasi’’ massal penggunaan elpiji nonsubsidi ke subsidi. Kendati demikian, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun telah pasang kuda-kuda. Yakni, menginstruksikan semua pangkalan tetap menjual elpiji subsidi sesuai aturan yang berlaku. ‘’Agar tidak ada kegaduhan,’’ ujar Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono, Kamis (3/3).

Agus memastikan penyaluran elpiji subsidi di Kota Madiun tepat sasaran. Sesuai peruntukannya, jenis bahan bakar itu dikhususkan bagi warga miskin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ‘’Juga jangan sampai terjadi aksi borong,’’ katanya.

Dia menambahkan, selama tiga hari terakhir belum terlihat adanya lonjakan permintaan elpiji subsidi. Hal itu diduga terkait status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dan musim penghujan. ‘’Pembeli elpiji subsidi itu kebanyakan pedagang kaki lima,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kantor BPJS Kesehatan Madiun Di-Lockdown?

Sementara, Section Head Communication PT Pertamina Marketing Region Jatim-Bali-Nusa Tenggara Arya Yusa Dwi Candra menyebutkan bahwa pengguna elpiji nonsubsidi hanya 6 persen. Sisanya menggunakan elpiji subsidi. ‘’Penyesuaian harga elpiji nonsubsidi mengikuti CPA (contract price aramco) yang saat ini naik kurang lebih 30 persen,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, per 27 Februari lalu harga elpiji nonsubsidi naik menjadi Rp 15.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk tabung kemasan 5,5 maupun 12 kilogram. Padahal, baru Desember 2021 lalu Pertamina melakukan penyesuaian harga.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, harga eceran elpiji nonsubsidi di tingkat pangkalan mencapai Rp 89.000 untuk tabung 5,5 kilogram dan Rp 188.000 jenis 12 kilogram. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Buntut kenaikan harga, diprediksi bakal terjadi ‘’migrasi’’ massal penggunaan elpiji nonsubsidi ke subsidi. Kendati demikian, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun telah pasang kuda-kuda. Yakni, menginstruksikan semua pangkalan tetap menjual elpiji subsidi sesuai aturan yang berlaku. ‘’Agar tidak ada kegaduhan,’’ ujar Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono, Kamis (3/3).

Agus memastikan penyaluran elpiji subsidi di Kota Madiun tepat sasaran. Sesuai peruntukannya, jenis bahan bakar itu dikhususkan bagi warga miskin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ‘’Juga jangan sampai terjadi aksi borong,’’ katanya.

Dia menambahkan, selama tiga hari terakhir belum terlihat adanya lonjakan permintaan elpiji subsidi. Hal itu diduga terkait status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dan musim penghujan. ‘’Pembeli elpiji subsidi itu kebanyakan pedagang kaki lima,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dana Bantuan Partai Politik di Kota Madiun Naik Rp 2.250

Sementara, Section Head Communication PT Pertamina Marketing Region Jatim-Bali-Nusa Tenggara Arya Yusa Dwi Candra menyebutkan bahwa pengguna elpiji nonsubsidi hanya 6 persen. Sisanya menggunakan elpiji subsidi. ‘’Penyesuaian harga elpiji nonsubsidi mengikuti CPA (contract price aramco) yang saat ini naik kurang lebih 30 persen,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, per 27 Februari lalu harga elpiji nonsubsidi naik menjadi Rp 15.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk tabung kemasan 5,5 maupun 12 kilogram. Padahal, baru Desember 2021 lalu Pertamina melakukan penyesuaian harga.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, harga eceran elpiji nonsubsidi di tingkat pangkalan mencapai Rp 89.000 untuk tabung 5,5 kilogram dan Rp 188.000 jenis 12 kilogram. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/