alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Kota Madiun Level 1, Semua Sektor Berbasis PeduliLindungi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar gembira. Pemerintah pusat resmi menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Madiun menjadi level 1. Ini berlaku mulai kemarin (2/11) hingga 15 November mendatang. ‘’Kelonggaran sudah diberikan. Tapi, prokes (protokol kesehatan, Red) tak bisa ditawar,’’ kata Wali Kota Maidi, Rabu (3/11).

Status tersebut tertuang dalam Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57/2021. Ada lima kota di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1. Empat kota lain Kota Surabaya, Mojokerto, Blitar, dan Kota Pasuruan. ‘’Ingat, Covid-19 belum benar-benar meninggalkan kita,’’ tegasnya.

Maidi pun menindaklanjuti PPKM level 1 itu dengan menerbitkan Instruksi Wali (Inwal) Kota Madiun Nomor 30/2021. Berbagai aktivitas dilonggarkan. Sektor nonesensial diberlakukan 75 persen work from office (WFO) dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. ‘’Ada kelonggaran menyesuaikan inmendagri,’’ sebutnya.

Untuk supermarket, hipermarket, toko modern atau waralaba, pasar rakyat, toko kelontong dan pasar swalayan, serta pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari, kapasitas pengunjung 100 persen. Serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen, barbershop atau pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, serta cucian kendaraan diizinkan buka.

Baca Juga :  Tak Sesuai Spek tapi Laptop Tetap Dikirim Penyedia Jasa, AR: Disengaja

Layanan makan di warung makan, PKL, lapak jajanan dan sejenisnya, maksimal pengunjung 75 persen. Serta diizinkan buka mulai pukul 03.00 sampai 22.00. Hal itu juga berlaku untuk restoran waralaba, restoran, rumah makan, dan kafe. Hanya, bedanya wajib pakai aplikasi PeduliLindungi. Untuk malam hari diizinkan mulai pukul 18.00 hingga 00.00. ‘’Jamnya kita longgarkan, yang semula 21.00 jadi 22.00,’’ jelas Maidi.

Kegiatan pusat perbelanjaan atau mal dilonggarkan dengan kapasitas full 100 persen hingga pukul 22.00. Ketentuannya, anak usia di bawah 12 tahun wajib didampingi orang tua. Pun, menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Serta khusus area bermain atau tempat hiburan dalam mal wajib mencatatkan alat dan nomor telepon pengunjung untuk kebutuhan tracing.

Bioskop dengan kapasitas maksimal 70 persen penonton. Pun, anak usia 12 tahun diizinkan dengan syarat didampingi orang tua. Selain wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, juga wajib mengikuti ketentuan prokes yang diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Kesehatan. ‘’Kelonggaran yang ada harus diimbangi dengan peningkatan disiplin prokes,’’ tutur Maidi. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar gembira. Pemerintah pusat resmi menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Madiun menjadi level 1. Ini berlaku mulai kemarin (2/11) hingga 15 November mendatang. ‘’Kelonggaran sudah diberikan. Tapi, prokes (protokol kesehatan, Red) tak bisa ditawar,’’ kata Wali Kota Maidi, Rabu (3/11).

Status tersebut tertuang dalam Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57/2021. Ada lima kota di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1. Empat kota lain Kota Surabaya, Mojokerto, Blitar, dan Kota Pasuruan. ‘’Ingat, Covid-19 belum benar-benar meninggalkan kita,’’ tegasnya.

Maidi pun menindaklanjuti PPKM level 1 itu dengan menerbitkan Instruksi Wali (Inwal) Kota Madiun Nomor 30/2021. Berbagai aktivitas dilonggarkan. Sektor nonesensial diberlakukan 75 persen work from office (WFO) dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. ‘’Ada kelonggaran menyesuaikan inmendagri,’’ sebutnya.

Untuk supermarket, hipermarket, toko modern atau waralaba, pasar rakyat, toko kelontong dan pasar swalayan, serta pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari, kapasitas pengunjung 100 persen. Serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen, barbershop atau pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, serta cucian kendaraan diizinkan buka.

Baca Juga :  Tidak Ada Rekrutmen CPPPK, Ratusan Tenaga Kontrak Merana

Layanan makan di warung makan, PKL, lapak jajanan dan sejenisnya, maksimal pengunjung 75 persen. Serta diizinkan buka mulai pukul 03.00 sampai 22.00. Hal itu juga berlaku untuk restoran waralaba, restoran, rumah makan, dan kafe. Hanya, bedanya wajib pakai aplikasi PeduliLindungi. Untuk malam hari diizinkan mulai pukul 18.00 hingga 00.00. ‘’Jamnya kita longgarkan, yang semula 21.00 jadi 22.00,’’ jelas Maidi.

Kegiatan pusat perbelanjaan atau mal dilonggarkan dengan kapasitas full 100 persen hingga pukul 22.00. Ketentuannya, anak usia di bawah 12 tahun wajib didampingi orang tua. Pun, menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Serta khusus area bermain atau tempat hiburan dalam mal wajib mencatatkan alat dan nomor telepon pengunjung untuk kebutuhan tracing.

Bioskop dengan kapasitas maksimal 70 persen penonton. Pun, anak usia 12 tahun diizinkan dengan syarat didampingi orang tua. Selain wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, juga wajib mengikuti ketentuan prokes yang diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Kesehatan. ‘’Kelonggaran yang ada harus diimbangi dengan peningkatan disiplin prokes,’’ tutur Maidi. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/