alexametrics
23.3 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Langgar Prokes saat Nataru, Warga Luar Kota Madiun Dikarantina di Wisma Haji

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendapat perhatian ekstra dari Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan. Pihaknya menyatakan siap mendukung pengamanan Nataru.

Sebagai langkah mengantisipasi gelombang ketiga ledakan kasus Covid-19. Apalagi, di beberapa negara telah muncul varian baru Omicron yang ditengarai persebarannya lebih cepat ketimbang varian Delta. ‘’Hasil rakor ini akan kami rapatkan kembali untuk menentukan langkah teknisnya,’’ tutur Dewa, Jumat (3/12).

Dewa menyampaikan, posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro maupun pengamanan di Kampung Tangguh bakal diaktifkan kembali. Keberadaan posko ini untuk menyaring keluar-masuk warga. Pendatang luar kota maupun pemudik wajib didata. ‘’Kami sudah minta masing-masing kelurahan mengaktifkan kembali posko PPKM mikro,’’ lanjutnya.

Dewa menilai identifikasi ini lebih akurat. Pun, pihaknya telah menyiapkan upaya penyekatan di pintu masuk Kota Madiun. Syarat wajibnya harus telah divaksin, menggunakan aplikasi PeduliLindungi, serta membawa surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test antigen maupun polymerase chain reaction (PCR). ‘’Jika tidak membawa itu, kami kirim ke karantina yang sudah disiapkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kampanyekan Germas, Dinkes Magetan Bagi 400 Paket Buah untuk Peserta Vaksinasi

Dia menyebut, satgas telah menyiapkan tempat karantina jika ada warga luar kota yang melanggar prokes. Lokasinya di Wisma Haji Kota Madiun. Pihaknya berharap penanganan Covid-19 di Kota Madiun yang telah berjalan baik dapat dipertahankan. Pun tidak terjadi ledakan kasus pasca-Nataru.

Seluruh personel bakal dilibatkan dalam pengamanan Nataru. Total 402 personel gabungan disiagakan. Terdiri dari unsur Polri, TNI, satpol PP dan damkar, dishub, dinkes-PPKB, Tagana, BPBD, senkom, polsuska, dan satpam terminal. Dewa menegaskan, kesadaran dan peran serta masyarakat dibutuhkan. Dia minta siapa pun yang mengetahui ada pendatang di lingkungannya agar melapor ke RT. ‘’Dari data itu nanti ada dukungan pemkot untuk melakukan rapid test antigen,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendapat perhatian ekstra dari Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan. Pihaknya menyatakan siap mendukung pengamanan Nataru.

Sebagai langkah mengantisipasi gelombang ketiga ledakan kasus Covid-19. Apalagi, di beberapa negara telah muncul varian baru Omicron yang ditengarai persebarannya lebih cepat ketimbang varian Delta. ‘’Hasil rakor ini akan kami rapatkan kembali untuk menentukan langkah teknisnya,’’ tutur Dewa, Jumat (3/12).

Dewa menyampaikan, posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro maupun pengamanan di Kampung Tangguh bakal diaktifkan kembali. Keberadaan posko ini untuk menyaring keluar-masuk warga. Pendatang luar kota maupun pemudik wajib didata. ‘’Kami sudah minta masing-masing kelurahan mengaktifkan kembali posko PPKM mikro,’’ lanjutnya.

Dewa menilai identifikasi ini lebih akurat. Pun, pihaknya telah menyiapkan upaya penyekatan di pintu masuk Kota Madiun. Syarat wajibnya harus telah divaksin, menggunakan aplikasi PeduliLindungi, serta membawa surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test antigen maupun polymerase chain reaction (PCR). ‘’Jika tidak membawa itu, kami kirim ke karantina yang sudah disiapkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Usia Masjid 250 Tahun, di Pintu Ada Bekas Peluru

Dia menyebut, satgas telah menyiapkan tempat karantina jika ada warga luar kota yang melanggar prokes. Lokasinya di Wisma Haji Kota Madiun. Pihaknya berharap penanganan Covid-19 di Kota Madiun yang telah berjalan baik dapat dipertahankan. Pun tidak terjadi ledakan kasus pasca-Nataru.

Seluruh personel bakal dilibatkan dalam pengamanan Nataru. Total 402 personel gabungan disiagakan. Terdiri dari unsur Polri, TNI, satpol PP dan damkar, dishub, dinkes-PPKB, Tagana, BPBD, senkom, polsuska, dan satpam terminal. Dewa menegaskan, kesadaran dan peran serta masyarakat dibutuhkan. Dia minta siapa pun yang mengetahui ada pendatang di lingkungannya agar melapor ke RT. ‘’Dari data itu nanti ada dukungan pemkot untuk melakukan rapid test antigen,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/