alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Lingga Wishnu Pratama Getol Berburu Informasi Beasiswa

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Forum World Indonesia Scholarship (Wish) didirikan Lingga Wishnu Pratama bersama dua koleganya pada 2018 lalu. Didasari pengamatan mereka bahwa di tanah air khususnya Madiun masih banyak informasi mengenai beasiswa yang tidak sampai ke masyarakat. Di sisi lain, banyak warga yang kesulitan mendapatkan beasiswa.

Respons masyarakat kala itu sangat baik. Buktinya, dalam waktu singkat sekitar 20 ribu orang yang bergabung Wish. ‘’Akhirnya jadilah portofolio. Kemudian, diminta roadshow ke 23 provinsi. Waktu bikin project itu saya masih kuliah semester II di Jakarta,” kenang Wishnu, Senin (3/1).

Tahun lalu, pemuda 26 tahun itu mendirikan Komunitas Beasiswa Madiun sebagai wadah sekaligus promotor beasiswa bagi warga Madiun Raya. Termasuk penggerak jaringan beasiswa internasional. ‘’Inginnya bisa membangun ekosistem beasiswa yang sinergis, visioner, dan kontributif demi tercapainya SDM unggul,” paparnya.

Baca Juga :  Polres Madiun Kota Awasi Gangguan Kamtibmas 19 Desa

Selama ini Wishnu biasa berburu informasi beasiswa secara online. Pun, tidak jarang membantu mengurai kesulitan calon pendaftar. ”Kira-kira mana yang sulit. Misalnya masalah bahasa Inggris, saya bantu,” ujar warga Jalan Utama Mulya II, Rejomulyo, tersebut.

Di mata alumnus program double degree Institut Transportasi dan Logistik Trisakti–Wuxi Institute of Technology di China itu, untuk mendapatkan beasiswa sebenarnya tidaklah sulit. Kendalanya justru rasa minder calon pendaftar. Selain itu, angka TOEFL sebagai indikator kemampuan berbahasa Inggris. ‘’Akhirnya memilih mundur,’’ katanya. ”Maka dari itu, saya berusaha menjembatani,” imbuhnya. (irs/isd/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Forum World Indonesia Scholarship (Wish) didirikan Lingga Wishnu Pratama bersama dua koleganya pada 2018 lalu. Didasari pengamatan mereka bahwa di tanah air khususnya Madiun masih banyak informasi mengenai beasiswa yang tidak sampai ke masyarakat. Di sisi lain, banyak warga yang kesulitan mendapatkan beasiswa.

Respons masyarakat kala itu sangat baik. Buktinya, dalam waktu singkat sekitar 20 ribu orang yang bergabung Wish. ‘’Akhirnya jadilah portofolio. Kemudian, diminta roadshow ke 23 provinsi. Waktu bikin project itu saya masih kuliah semester II di Jakarta,” kenang Wishnu, Senin (3/1).

Tahun lalu, pemuda 26 tahun itu mendirikan Komunitas Beasiswa Madiun sebagai wadah sekaligus promotor beasiswa bagi warga Madiun Raya. Termasuk penggerak jaringan beasiswa internasional. ‘’Inginnya bisa membangun ekosistem beasiswa yang sinergis, visioner, dan kontributif demi tercapainya SDM unggul,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun-Media Massa Pererat Jalinan Kemitraan

Selama ini Wishnu biasa berburu informasi beasiswa secara online. Pun, tidak jarang membantu mengurai kesulitan calon pendaftar. ”Kira-kira mana yang sulit. Misalnya masalah bahasa Inggris, saya bantu,” ujar warga Jalan Utama Mulya II, Rejomulyo, tersebut.

Di mata alumnus program double degree Institut Transportasi dan Logistik Trisakti–Wuxi Institute of Technology di China itu, untuk mendapatkan beasiswa sebenarnya tidaklah sulit. Kendalanya justru rasa minder calon pendaftar. Selain itu, angka TOEFL sebagai indikator kemampuan berbahasa Inggris. ‘’Akhirnya memilih mundur,’’ katanya. ”Maka dari itu, saya berusaha menjembatani,” imbuhnya. (irs/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/