alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Tak Sesuai Spesifikasi, Pemkot Madiun Tolak 4.880 Laptop

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pengadaan laptop oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun bermasalah. Pasalnya, 4.880 unit laptop yang dikirim oleh PT Pins Indonesia selaku penyedia jasa tidak sesuai spesifikasi.

Sebagaimana diketahui, dalam kontrak kerja sama dindik menghendaki pengiriman laptop Axioo dengan DDR4 SDRAM. Semetara barang yang tiba memiliki RAM DDR3. Temuan itu didapati setelah dilakukan pemeriksaan oleh Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang ditunjuk sebagai pihak ahli untuk pengecekan barang pengadaan senilai Rp 35,7 miliar tersebut.

Atas temuan itu, dindik menerbitkan surat 027/PPK.NA/01.09/401.101/2021 tertanggal 31 Desember 2021. Perihal pemutusan kontrak paket pengadaan laptop SD dan SMP pada Dindik Kota Madiun tahun 2021. Surat itu ditujukan kepada Direktur Utama (Dirut) PT Pins Indonesia di Jakarta Selatan. ‘’Sesuai aturan, karena ini pengadaannya lewat e-purchasing dan tidak bisa dilakukan perubahan kontrak, jadi harus ditolak,’’ jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Noor Aflah, Senin (3/1).

Baca Juga :  Komedian Isa Bajaj Berniat Buka Usaha Kuliner di Madiun Raya

Aflah menegaskan, penolakan dilakukan lantaran pemkot tidak ingin berimplikasi hukum di kemudian hari. Selain spek berbeda, juga terdapat selisih harga. Harga barang yang dikirim lebih rendah dibanding nilai kontrak. Ditaksir selisihnya Rp 100 ribu per unit. Jika dikumulatifkan sekitar Rp 488 juta atau hampir setengah miliar rupiah. ‘’Kami menolak karena tidak sesuai spesifikasi atau tidak sesuai kontrak,’’ terang pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Diskominfo itu. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pengadaan laptop oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun bermasalah. Pasalnya, 4.880 unit laptop yang dikirim oleh PT Pins Indonesia selaku penyedia jasa tidak sesuai spesifikasi.

Sebagaimana diketahui, dalam kontrak kerja sama dindik menghendaki pengiriman laptop Axioo dengan DDR4 SDRAM. Semetara barang yang tiba memiliki RAM DDR3. Temuan itu didapati setelah dilakukan pemeriksaan oleh Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang ditunjuk sebagai pihak ahli untuk pengecekan barang pengadaan senilai Rp 35,7 miliar tersebut.

Atas temuan itu, dindik menerbitkan surat 027/PPK.NA/01.09/401.101/2021 tertanggal 31 Desember 2021. Perihal pemutusan kontrak paket pengadaan laptop SD dan SMP pada Dindik Kota Madiun tahun 2021. Surat itu ditujukan kepada Direktur Utama (Dirut) PT Pins Indonesia di Jakarta Selatan. ‘’Sesuai aturan, karena ini pengadaannya lewat e-purchasing dan tidak bisa dilakukan perubahan kontrak, jadi harus ditolak,’’ jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Noor Aflah, Senin (3/1).

Baca Juga :  Pemkot Madiun Gugat Perdata Rekanan Penyedia Laptop

Aflah menegaskan, penolakan dilakukan lantaran pemkot tidak ingin berimplikasi hukum di kemudian hari. Selain spek berbeda, juga terdapat selisih harga. Harga barang yang dikirim lebih rendah dibanding nilai kontrak. Ditaksir selisihnya Rp 100 ribu per unit. Jika dikumulatifkan sekitar Rp 488 juta atau hampir setengah miliar rupiah. ‘’Kami menolak karena tidak sesuai spesifikasi atau tidak sesuai kontrak,’’ terang pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Diskominfo itu. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/