alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Aksi Tipu-tipu Napi Lapas Pemuda Madiun Jadi Atensi Kanwil Kemenkumham Jatim

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan secara internal dilakukan oleh pihak Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun. Jika terbukti ada oknum petugas lapas yang terlibat dalam kasus tersebut, bakal diproses lebih lanjut.

Kasubag Humas Kanwil Kemenkum-HAM Jawa Timur Ishadi mengatakan bahwa terulangnya peredaran handphone di lapas menjadi atensi. Dia memperkirakan hal itu terulang lantaran tidak dapat dimonitor petugas. ‘’Atau bisa juga ada oknum (petugas lapas, Red) yang terlibat,’’ duganya.

Ishadi menyebut, jika ada temuan oknum terlibat pasti akan berdampak pada perbaikan sistem pengawasan lapas. Pun, menjadi penghambat predikat wilayah bebas korupsi (WBK) yang hingga kini belum diraih Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun. ‘’Jika ada temuan oknum terlibat, pasti akan berpengaruh pada WBK,’’ ujarnya.

Baca Juga :  CPNS 2018: Pansel Pusing Komputer Kurang

Ishadi menambahkan, kasus tersebut jadi bahan untuk meningkatkan pengawasan. Pihaknya getol mendorong seluruh satuan kerja di bawah Kemenkum-HAM meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang dilarang beredar di lapas. Handphone, salah satunya. ‘’Dengan adanya info dari rekan media, kami berterima kasih. Sinergitas ini yang kami inginkan. Agar tidak berdampak kelanjutan setelahnya, bersih. Sehingga, dapat meraih predikat WBK,’’ ucapnya. (kid/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan secara internal dilakukan oleh pihak Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun. Jika terbukti ada oknum petugas lapas yang terlibat dalam kasus tersebut, bakal diproses lebih lanjut.

Kasubag Humas Kanwil Kemenkum-HAM Jawa Timur Ishadi mengatakan bahwa terulangnya peredaran handphone di lapas menjadi atensi. Dia memperkirakan hal itu terulang lantaran tidak dapat dimonitor petugas. ‘’Atau bisa juga ada oknum (petugas lapas, Red) yang terlibat,’’ duganya.

Ishadi menyebut, jika ada temuan oknum terlibat pasti akan berdampak pada perbaikan sistem pengawasan lapas. Pun, menjadi penghambat predikat wilayah bebas korupsi (WBK) yang hingga kini belum diraih Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun. ‘’Jika ada temuan oknum terlibat, pasti akan berpengaruh pada WBK,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sawah Menyusut, Kota Bergantung Pasokan Beras Daerah Tetangga

Ishadi menambahkan, kasus tersebut jadi bahan untuk meningkatkan pengawasan. Pihaknya getol mendorong seluruh satuan kerja di bawah Kemenkum-HAM meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang dilarang beredar di lapas. Handphone, salah satunya. ‘’Dengan adanya info dari rekan media, kami berterima kasih. Sinergitas ini yang kami inginkan. Agar tidak berdampak kelanjutan setelahnya, bersih. Sehingga, dapat meraih predikat WBK,’’ ucapnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/