alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

PT RPD Menebar Janji, Dewan Menunggu Bukti

MADIUN – Saatnya memberi kesempatan PT RIS Putra Delta (PT RPD) untuk membuktikan janjinya. Pelaksana pembangunan jilid II gedung baru DPRD itu menargetkan deviasi atau minus progres yang mencapai 13 persen bisa tuntas akhir bulan ini. ’’Kami akan selalu evaluasi dan meminta informasi perkembangan progres (proyek gedung DPRD),’’ kata Ketua DPRD Istono usai rapat dengar pendapat, Rabu (3/10).

Wakil rakyat kemarin mendatangkan berbagai pihak berkepentingan di proyek yang menyedot anggaran senilai Rp 19,3 miliar itu. Selain PT RPD selaku pelaksana, CV Prima Cipta Consultant yang ditunjuk sebagai konsultan manajemen konstuksi (MK) juga dihadirkan. DPUTR ikut didatangkan sebagai mitra dari Sekretariat DPRD. Sementara di pihak DPRD, RDP dipimpin langsung oleh Istono. ’’Kami tidak main-main dengan prestasi pembangunan gedung DPRD,’’ ujarnya.

Diskusi berlangsung cukup lama. Dimulai sekitar pukul 10.00, RDP baru tuntas sekitar pukul 13.30. Silih berganti sejumlah anggota komisi III seperti Marsidi Rosyid atau Andi Raya Miko Saputra mengutarakan pendapat mereka. Menurut Istono, wakil rakyat tak ingin sejarah buruk pembangunan jilid I gedung DPRD terulang. Pun, dewan dan DPUTR menyampaikan sejumlah saran agar sejarah itu tak terulang. ’’Sesuai saran dari DPUTR, harus dicek betul progres material yang diorder. Itu semua kan barang pabrikan,’’ tuturnya.

DPUTR yang bertindak sebagai mitra Sekretariat DPRD memang memberi sejumlah saran terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikepalai Misdi itu. Kepala DPUTR Suwarno bahkan mengaku pihaknyalah yang menyarankan Sekretariat DPRD untuk menggelar show cause meeting (SCM) pertama Sabtu lalu (29/9) begitu progres diketahui minus 13 persen. Dia meminta kepada Misdi cs untuk melakukan pengecekan terhadap purchase order (PO) material gedung baru dewan oleh PT RPD.

Baca Juga :  207 Siswa SMAN 1 Kota MadiunUjian Akhir Sekolah dengan Smartphone

‘’Kalau perlu, cek ke distributornya. Kalau memang betul PO-nya sudah ada, maka optimistis proyek bisa selesai. Karena material-material PO ini bobot pekerjaannya cukup besar,’’ beber Suwarno.

CV Prima Cipta Consultant selaku konsultan MK pembangunan jilid II gedung DPRD membeber sejumlah fakta. Haris Suwandi, team leader CV tersebut, menjelaskan bahwa beberapa bagian pekerjaan perlu diutamakan PT RPD lantaran bobotnya besar. Salah satunya, pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing (MEP). ’’Contohnya MEP di kawasan, seperti pemasangan hydrant atau kabel feeder. Materialnya harus segera didatangkan,’’ ujarnya sembari menyebut rekanan berkomitmen menuntaskan keterlambatan di akhir bulan ini.

Haris menambahkan, dengan jumlah man power yang telah dikerahkan PT RPD plus sistem lembur yang diterapkan, memberikan optimisme dari proyek prestisius itu. Sebab, PT RPD juga berkomitmen memperbanyak tenaga kerjanya di pos-pos yang dinilai masih minim personel. Di sisi lain, Pelaksana Utama PT RPD Ahmad Ismangil menyatakan kesiapannya merealisasikan berbagai saran yang mengemuka di RDP kemarin. Pun, dia mengklaim seluruh PO material telah dikantonginya.

’’Optimis lah. Kami benar-benar punya bukti (PO material, Red). Jadi, pemberitaan PT RPD (terancam) diputus kontrak itu tidak benar,’’ klaimnya.(naz/c1/ota)

MADIUN – Saatnya memberi kesempatan PT RIS Putra Delta (PT RPD) untuk membuktikan janjinya. Pelaksana pembangunan jilid II gedung baru DPRD itu menargetkan deviasi atau minus progres yang mencapai 13 persen bisa tuntas akhir bulan ini. ’’Kami akan selalu evaluasi dan meminta informasi perkembangan progres (proyek gedung DPRD),’’ kata Ketua DPRD Istono usai rapat dengar pendapat, Rabu (3/10).

Wakil rakyat kemarin mendatangkan berbagai pihak berkepentingan di proyek yang menyedot anggaran senilai Rp 19,3 miliar itu. Selain PT RPD selaku pelaksana, CV Prima Cipta Consultant yang ditunjuk sebagai konsultan manajemen konstuksi (MK) juga dihadirkan. DPUTR ikut didatangkan sebagai mitra dari Sekretariat DPRD. Sementara di pihak DPRD, RDP dipimpin langsung oleh Istono. ’’Kami tidak main-main dengan prestasi pembangunan gedung DPRD,’’ ujarnya.

Diskusi berlangsung cukup lama. Dimulai sekitar pukul 10.00, RDP baru tuntas sekitar pukul 13.30. Silih berganti sejumlah anggota komisi III seperti Marsidi Rosyid atau Andi Raya Miko Saputra mengutarakan pendapat mereka. Menurut Istono, wakil rakyat tak ingin sejarah buruk pembangunan jilid I gedung DPRD terulang. Pun, dewan dan DPUTR menyampaikan sejumlah saran agar sejarah itu tak terulang. ’’Sesuai saran dari DPUTR, harus dicek betul progres material yang diorder. Itu semua kan barang pabrikan,’’ tuturnya.

DPUTR yang bertindak sebagai mitra Sekretariat DPRD memang memberi sejumlah saran terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikepalai Misdi itu. Kepala DPUTR Suwarno bahkan mengaku pihaknyalah yang menyarankan Sekretariat DPRD untuk menggelar show cause meeting (SCM) pertama Sabtu lalu (29/9) begitu progres diketahui minus 13 persen. Dia meminta kepada Misdi cs untuk melakukan pengecekan terhadap purchase order (PO) material gedung baru dewan oleh PT RPD.

Baca Juga :  Penataan Jalan Bogowonto Merambah ke Pasar Kawak

‘’Kalau perlu, cek ke distributornya. Kalau memang betul PO-nya sudah ada, maka optimistis proyek bisa selesai. Karena material-material PO ini bobot pekerjaannya cukup besar,’’ beber Suwarno.

CV Prima Cipta Consultant selaku konsultan MK pembangunan jilid II gedung DPRD membeber sejumlah fakta. Haris Suwandi, team leader CV tersebut, menjelaskan bahwa beberapa bagian pekerjaan perlu diutamakan PT RPD lantaran bobotnya besar. Salah satunya, pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing (MEP). ’’Contohnya MEP di kawasan, seperti pemasangan hydrant atau kabel feeder. Materialnya harus segera didatangkan,’’ ujarnya sembari menyebut rekanan berkomitmen menuntaskan keterlambatan di akhir bulan ini.

Haris menambahkan, dengan jumlah man power yang telah dikerahkan PT RPD plus sistem lembur yang diterapkan, memberikan optimisme dari proyek prestisius itu. Sebab, PT RPD juga berkomitmen memperbanyak tenaga kerjanya di pos-pos yang dinilai masih minim personel. Di sisi lain, Pelaksana Utama PT RPD Ahmad Ismangil menyatakan kesiapannya merealisasikan berbagai saran yang mengemuka di RDP kemarin. Pun, dia mengklaim seluruh PO material telah dikantonginya.

’’Optimis lah. Kami benar-benar punya bukti (PO material, Red). Jadi, pemberitaan PT RPD (terancam) diputus kontrak itu tidak benar,’’ klaimnya.(naz/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/