alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Gaji Siti Telah Dibayar, Belum Ada Tersangka

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Masih ingat kasus Siti Sulikah? Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Nglanduk, Wungu, yang tak digaji dan diperlakukan tak manusiawi di Malaysia. Hingga kini kasusnya belum tuntas tertangani. ‘’Tapi, hak yang bersangkutan telah diberikan beberapa waktu lalu,’’ kata Koordinator Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kantor Madiun Bagus Suseto, Kamis (4/11).

Seto, sapaan akrabnya, mengungkapkan, Siti telah menerima upah selama bekerja sebagai PMI. Selang beberapa bulan setelah pihaknya membawa kasus Siti ke ranah hukum. Kendati demikian, dia tak tahu-menahu pihak mana yang membayar gaji Siti. Dari perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) atau pihak lain, dia tidak dapat memastikan. ‘’Hak gaji sudah diberikan sekitar Rp 32 juta. Itu informasi yang kami terima dari kepolisian,’’ ujar Seto.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Ring Road Terganjal

Diketahui, kasus Siti mencuat akhir Mei 2021. Bertepatan dengan pemulangan PMI dengan prosedur Covid-19. Di selter Sanggar Pramuka Kabupaten Madiun, tempat para PMI dikarantina, Siti menceritakan nasibnya selama di Malaysia kepada sesama PMI.

Singkat cerita, sejak 2019 bekerja sebagai asisten rumah tangga, Siti tidak mendapat upah. Pun, disiksa dengan berbagai perlakuan tak manusiawi dari majikan. Dia pulang tanpa mengantongi sepeser pun uang. Kabar tersebut didengar BP2MI Kantor Madiun lalu dilaporkan ke polres setempat.

Hingga kini, kasus di kepolisian masih berlanjut. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama memastikan hal tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada penetapan tersangka. ‘’Sebisa mungkin (kasus Siti) dilanjutkan. Tapi, dilihat nanti hasil gelar perkaranya,’’ janjinya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Masih ingat kasus Siti Sulikah? Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Nglanduk, Wungu, yang tak digaji dan diperlakukan tak manusiawi di Malaysia. Hingga kini kasusnya belum tuntas tertangani. ‘’Tapi, hak yang bersangkutan telah diberikan beberapa waktu lalu,’’ kata Koordinator Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kantor Madiun Bagus Suseto, Kamis (4/11).

Seto, sapaan akrabnya, mengungkapkan, Siti telah menerima upah selama bekerja sebagai PMI. Selang beberapa bulan setelah pihaknya membawa kasus Siti ke ranah hukum. Kendati demikian, dia tak tahu-menahu pihak mana yang membayar gaji Siti. Dari perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) atau pihak lain, dia tidak dapat memastikan. ‘’Hak gaji sudah diberikan sekitar Rp 32 juta. Itu informasi yang kami terima dari kepolisian,’’ ujar Seto.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Kuncinya di Seribu Hari Pertama

Diketahui, kasus Siti mencuat akhir Mei 2021. Bertepatan dengan pemulangan PMI dengan prosedur Covid-19. Di selter Sanggar Pramuka Kabupaten Madiun, tempat para PMI dikarantina, Siti menceritakan nasibnya selama di Malaysia kepada sesama PMI.

Singkat cerita, sejak 2019 bekerja sebagai asisten rumah tangga, Siti tidak mendapat upah. Pun, disiksa dengan berbagai perlakuan tak manusiawi dari majikan. Dia pulang tanpa mengantongi sepeser pun uang. Kabar tersebut didengar BP2MI Kantor Madiun lalu dilaporkan ke polres setempat.

Hingga kini, kasus di kepolisian masih berlanjut. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama memastikan hal tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada penetapan tersangka. ‘’Sebisa mungkin (kasus Siti) dilanjutkan. Tapi, dilihat nanti hasil gelar perkaranya,’’ janjinya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/