alexametrics
23.5 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Nyaru Kapolres Madiun Kota, Peras Pengusaha

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Orang ini benar-benar nekat. Menyaru Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan demi mendapatkan duit melalui aksi tipu-tipu di media sosial (medsos). Bahkan, berani memajang foto profil Kapolres di akun WhatsApp (WA).

Seorang pengusaha di kota ini nyaris menjadi korbannya. Selasa lalu (2/11) pelaku memperkenalkan diri sebagai Kapolres melalui chat WA. Tanpa ba-bi-bu langsung minta duit. Bahkan, mengancam akan mengirim anggotanya mendatangi calon korban. ‘’Korban mengonfirmasi ke kami karena curiga,’’ kata Kapolres, Kamis (4/11).

Beruntung korban tidak mengabulkan permintaan pelaku. Korban memilih lapor ke mapolresta setempat. Dewa pun kaget mendapati laporan tersebut. Dia memastikan nomor kontak pelaku 085716032298 bukan miliknya. ‘’Jika ada yang mengaku pejabat di lingkungan Polres Madiun Kota meminta uang atau mengaku dapat menyelesaikan masalah, jangan percaya. Konfirmasi ke kami atau melalui call center 110,’’ imbaunya.

Dewa menyebut, kejadian itu kali pertama dialami selama bertugas di Kota Madiun. Pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut. Langkah pertama mencoba menghubungi pelaku. Namun, rupanya pelaku mengetahui aksinya telah terendus petugas. Beberapa kali panggilan tidak dijawab. ‘’Coba kami hubungi ternyata tidak diangkat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pulang dari Yunani, Pekerja Migran Asal Kota Madiun Positif Covid-19

Setelah dihubungi beberapa kali, nomor kontak pelaku tidak aktif. Kendati demikian, pihaknya sempat melacak keberadaan pelaku. Dewa memastikan pelaku di luar Kota Madiun. ‘’Berdasarkan hasil identifikasi, lokasi pelaku berada di luar daerah,’’ bebernya.

Dewa berharap kejadian serupa tidak terulang. Dia minta masyarakat segera mengecek fakta sebenarnya atau klarifikasi. ‘’Tidak dibenarkan Polri meminta uang atau dalam bentuk apa pun kepada masyarakat dengan dalih apa pun,’’ tegas Kapolres.

Dewa menjelaskan, penipuan dengan mencatut nama pejabat acap dilakukan dengan beberapa modus. Baik meminta sumbangan, uang, maupun fasilitas tertentu. Juga minta imbalan yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani. ‘’Sekali lagi, kami minta kepada seluruh masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap berbagai modus tersebut,’’ pintanya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Orang ini benar-benar nekat. Menyaru Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan demi mendapatkan duit melalui aksi tipu-tipu di media sosial (medsos). Bahkan, berani memajang foto profil Kapolres di akun WhatsApp (WA).

Seorang pengusaha di kota ini nyaris menjadi korbannya. Selasa lalu (2/11) pelaku memperkenalkan diri sebagai Kapolres melalui chat WA. Tanpa ba-bi-bu langsung minta duit. Bahkan, mengancam akan mengirim anggotanya mendatangi calon korban. ‘’Korban mengonfirmasi ke kami karena curiga,’’ kata Kapolres, Kamis (4/11).

Beruntung korban tidak mengabulkan permintaan pelaku. Korban memilih lapor ke mapolresta setempat. Dewa pun kaget mendapati laporan tersebut. Dia memastikan nomor kontak pelaku 085716032298 bukan miliknya. ‘’Jika ada yang mengaku pejabat di lingkungan Polres Madiun Kota meminta uang atau mengaku dapat menyelesaikan masalah, jangan percaya. Konfirmasi ke kami atau melalui call center 110,’’ imbaunya.

Dewa menyebut, kejadian itu kali pertama dialami selama bertugas di Kota Madiun. Pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut. Langkah pertama mencoba menghubungi pelaku. Namun, rupanya pelaku mengetahui aksinya telah terendus petugas. Beberapa kali panggilan tidak dijawab. ‘’Coba kami hubungi ternyata tidak diangkat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lagi, Belasan Penerbang Balon Udara Diamankan Polisi

Setelah dihubungi beberapa kali, nomor kontak pelaku tidak aktif. Kendati demikian, pihaknya sempat melacak keberadaan pelaku. Dewa memastikan pelaku di luar Kota Madiun. ‘’Berdasarkan hasil identifikasi, lokasi pelaku berada di luar daerah,’’ bebernya.

Dewa berharap kejadian serupa tidak terulang. Dia minta masyarakat segera mengecek fakta sebenarnya atau klarifikasi. ‘’Tidak dibenarkan Polri meminta uang atau dalam bentuk apa pun kepada masyarakat dengan dalih apa pun,’’ tegas Kapolres.

Dewa menjelaskan, penipuan dengan mencatut nama pejabat acap dilakukan dengan beberapa modus. Baik meminta sumbangan, uang, maupun fasilitas tertentu. Juga minta imbalan yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani. ‘’Sekali lagi, kami minta kepada seluruh masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap berbagai modus tersebut,’’ pintanya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/