Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hidupkan Lagi ‘’Retno Dumilah’’

H
Penulis: Hengky Ristanto❯

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi korona memaksa Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Retno Dumilah Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun dua tahun vakum dari kegiatan.

Kini, dinas itu coba menghidupkan kembali forum tersebut. ‘’Kami agendakan tahun depan menyusun program kerja untuk penanganan serta penanggulangan kasus perempuan dan anak,’’ kata Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinsos PPPA Kota Madiun Heni Rahmawati usai rapat koordinasi di lapak UMKM Simpang Lima Bunderan (Simander) Jumat (4/11).

Heni mengungkapkan, pihaknya bakal menggelar kegiatan capacity building Sabtu mendatang (5/10). ‘’Unsur dalam Forum Puspa Retno Dumilah itu ada kalangan LSM (lembaga swadaya masyarakat, Red), instansi, dan akademisi,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan kantor sekretariat Forum Puspa Retno Dumilah. ‘’Anggaran yang ada akan kami maksimalkan untuk menyusun program kerja serta pelayanan terpadu terkait kasus perempuan dan anak di Kota Madiun,’’ pungkasnya. (mg4/isd)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Lansia Ngebrok di Kota Madiun Masuk Desil Atas, Pemkot Laporkan Ketidaksesuaian Data Bansos ke Pusat

Lansia Ngebrok di Kota Madiun Masuk Desil Atas, Pemkot Laporkan Ketidaksesuaian Data Bansos ke Pusat

Lansia tak berdaya di Patihan, Kota Madiun, tercatat masuk desil atas meski membutuhkan bantuan. Pemkot usulkan perbaikan data.

11 Santri Korban Dugaan Asusila di Ponorogo Jalani Trauma Healing

11 Santri Korban Dugaan Asusila di Ponorogo Jalani Trauma Healing

Sebanyak 11 santri korban dugaan asusila di Ponorogo menjalani trauma healing dan pendampingan psikologis dari Dinsos PPPA.

Pemkot Madiun Target Sekolah Rakyat Mulai Dibangun Oktober, 4 Ribu Anak Didata

Pemkot Madiun Target Sekolah Rakyat Mulai Dibangun Oktober, 4 Ribu Anak Didata

Pemkot Madiun mulai mendata 4 ribu calon siswa Sekolah Rakyat sambil menunggu penyelesaian status lahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer