alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Bocah PAUD Meninggal Tak Wajar, Pihak Keluarga Lapor Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun– Mohamad Noval Mohtarom, 4, meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar Rabu (4/12). Sejumlah bagian tubuh bocah asal Desa Nglambangan, Wungu, Kabupaten Madiun, itu melepuh. Kematian anak pasangan Sadikan dan Tarmiati itu diduga karena salah minum obat dari sebuah klinik kesehatan di Desa Dimong, Kecamatan Madiun. ‘’Keluarga sudah melapor ke polisi,’’ kata Lamidi, paman Noval ditemui di rumah duka.

Kapolsek Wungu AKP Jumianto Nugroho mengungkapkan, sebelum meninggal badan Noval sempat panas dan dibawa berobat oleh orang tuanya ke klinik pada Minggu pagi (1/12). Korban diberi sejumlah obat dan diminta mengonsumsi obat yang diberikan oleh petugas kesehatan klinik tersebut. Tak selang lama kemudian muncul bintik-bintik pada kulit korban dan melepuh. Keesokan harinya (2/12), korban kembali dibawa ke klinik karena kondisinya semakin parah. Di klinik tersebut, korban sempat mendapat pemeriksaan medis dan dirawat beberapa jam sebelum kemudian dirujuk ke RS Santa Clara, Kota Madiun. ‘’Hari ini sekitar pukul 04.00 sudah tidak ada (meninggal),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Petugas KPU Rawan Stres, Dinkes Siaga

Sumijati, pemilik klinik kesehatan tempat korban dirawat membantah obat yang diberikan kepada Noval tidak sesuai ketentuan. Menurutnya, semua penanganan kesehatan dan obat yang diberikan berdasarkan hasil rekam medis. Pelajar PAUD itu didiagnosa sakit panas, batuk, dan pilek. ‘’Dosis (obat yang diberikan) sudah sesuai,’’ ucapnya. (cor/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun– Mohamad Noval Mohtarom, 4, meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar Rabu (4/12). Sejumlah bagian tubuh bocah asal Desa Nglambangan, Wungu, Kabupaten Madiun, itu melepuh. Kematian anak pasangan Sadikan dan Tarmiati itu diduga karena salah minum obat dari sebuah klinik kesehatan di Desa Dimong, Kecamatan Madiun. ‘’Keluarga sudah melapor ke polisi,’’ kata Lamidi, paman Noval ditemui di rumah duka.

Kapolsek Wungu AKP Jumianto Nugroho mengungkapkan, sebelum meninggal badan Noval sempat panas dan dibawa berobat oleh orang tuanya ke klinik pada Minggu pagi (1/12). Korban diberi sejumlah obat dan diminta mengonsumsi obat yang diberikan oleh petugas kesehatan klinik tersebut. Tak selang lama kemudian muncul bintik-bintik pada kulit korban dan melepuh. Keesokan harinya (2/12), korban kembali dibawa ke klinik karena kondisinya semakin parah. Di klinik tersebut, korban sempat mendapat pemeriksaan medis dan dirawat beberapa jam sebelum kemudian dirujuk ke RS Santa Clara, Kota Madiun. ‘’Hari ini sekitar pukul 04.00 sudah tidak ada (meninggal),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Priyo Raharjo, Dokter Gigi yang Hobi Mengoleksi Action Figure

Sumijati, pemilik klinik kesehatan tempat korban dirawat membantah obat yang diberikan kepada Noval tidak sesuai ketentuan. Menurutnya, semua penanganan kesehatan dan obat yang diberikan berdasarkan hasil rekam medis. Pelajar PAUD itu didiagnosa sakit panas, batuk, dan pilek. ‘’Dosis (obat yang diberikan) sudah sesuai,’’ ucapnya. (cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/