alexametrics
27.4 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Awas Cuaca Ekstrem!

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hati-hati jika hendak bepergian. BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem bakal melanda beberapa daerah di Indonesia termasuk Kota Madiun. Kondisi tersebut dipicu beberapa fenomena alam bersamaan datangnya musim hujan. Mulai siklon tropis Nyatoh, La Nina, hingga angin Monsun Asia.

Cuaca ekstrem juga dipengaruhi beberapa fenomena gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation dan Kelvin. ‘’Siklon tropis teratai sudah berakhir Kamis lalu (2/12),’’ ujar pengamat meteorologi dan geofisika muda Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris, Sabtu (4/12).

Setiyaris mengatakan, dari beberapa fenomena tersebut, angin Monsun Asia memiliki dampak paling dominan pada wilayah Kota Madiun. Yakni, angin yang bertiup secara periodik setiap tiga hingga enam bulan sekali. ‘’Disebabkan gerak semu matahari terhadap bumi secara periodik di belahan bumi utara dan selatan,’’ ungkapnya. ‘’Biasanya terjadi pada Desember sampai Maret,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Maidi Minta Warga Tidak Terlena Zona Hijau

Fenomena tersebut mengakibatkan intensitas hujan turun hingga di atas normal. Dampaknya bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Jariyanto menuturkan, pihaknya telah melakukan antisipasi cuaca ekstrem. Mulai menyiagakan personel hingga mendirikan posko di Embung Pilangbango dan Bantaran Kali Madiun. ‘’Di posko itu telah disiapkan beberapa peralatan,’’ sebutnya.

Jariyanto menambahkan, total ada 30 personel yang disiagakan. Mereka dibagi dalam tiga sif. Sedangkan di posko ada tiga personel gabungan. Sementara, di sekretariat empat personel. (tr1/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hati-hati jika hendak bepergian. BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem bakal melanda beberapa daerah di Indonesia termasuk Kota Madiun. Kondisi tersebut dipicu beberapa fenomena alam bersamaan datangnya musim hujan. Mulai siklon tropis Nyatoh, La Nina, hingga angin Monsun Asia.

Cuaca ekstrem juga dipengaruhi beberapa fenomena gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation dan Kelvin. ‘’Siklon tropis teratai sudah berakhir Kamis lalu (2/12),’’ ujar pengamat meteorologi dan geofisika muda Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris, Sabtu (4/12).

Setiyaris mengatakan, dari beberapa fenomena tersebut, angin Monsun Asia memiliki dampak paling dominan pada wilayah Kota Madiun. Yakni, angin yang bertiup secara periodik setiap tiga hingga enam bulan sekali. ‘’Disebabkan gerak semu matahari terhadap bumi secara periodik di belahan bumi utara dan selatan,’’ ungkapnya. ‘’Biasanya terjadi pada Desember sampai Maret,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  2.300 Pemilih Punya Kesamaan Waktu Lahir

Fenomena tersebut mengakibatkan intensitas hujan turun hingga di atas normal. Dampaknya bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Jariyanto menuturkan, pihaknya telah melakukan antisipasi cuaca ekstrem. Mulai menyiagakan personel hingga mendirikan posko di Embung Pilangbango dan Bantaran Kali Madiun. ‘’Di posko itu telah disiapkan beberapa peralatan,’’ sebutnya.

Jariyanto menambahkan, total ada 30 personel yang disiagakan. Mereka dibagi dalam tiga sif. Sedangkan di posko ada tiga personel gabungan. Sementara, di sekretariat empat personel. (tr1/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/