alexametrics
31.1 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Kisah Mbok Dhadhap Antar Candy Menangi Lomba Bercerita Bahasa Jawa

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalimat demi kalimat bahasa Jawa itu keluar dengan lancar dari bibir Candy Raysha Novela. Nadanya naik-turun. Sesekali gadis 14 tahun tersebut mengucapkannya sembari berjalan, duduk, dan berdiri. Tampak betul dia membawakannya dengan penuh penghayatan.

Aksi memukau itu terlihat saat Candy memeragakan tokoh Mbok Dhadhap, prajurit, Pangeran Timur, dan Prigel secara bergantian dalam lomba bercerita bahasa Jawa tingkat Kota Madiun akhir tahun lalu. Kala itu dia berhasil meraih juara I menyisihkan 28 peserta lainnya. ”Judulnya Prigel, berkisah tentang bakti anak kepada orang tua. Durasinya maksimal tujuh menit,” kata Candy.

Meski begitu, juri sempat memberi catatan terhadap penampilan Candy. Misalnya, kata dodolan yang seharusnya menggunakan ’’da’’, bukan ’’dha”. Juga ngadek yang mestinya juga memakai ‘’da’’. ‘’Sempat deg-degan juga waktu mau tampil karena peserta lain bagus-bagus,” kenang warga Jalan Raya Tiron, Nglames, Kabupaten Madiun, itu.

Baca Juga :  In Lounge Pub & Karaoke Disegel

Lomba tersebut memang menuntut Candy mampu menghafal naskah, memberikan intonasi pelafalan, dan mengekspresikan setiap karakter di cerita dengan baik. Namun, saat bercerita diupayakan tidak seperti hafalan. Melainkan mengalir layaknya orang bertutur. ‘’Persiapannya butuh waktu seminggu,’’ sebut siswi SMPN 12 Kota Madiun itu.

Bukan kali ini saja Candy terjun di lomba berbau bahasa Jawa. Sejak kecil putri pasangan Himawan dan Winarti itu kerap mengikuti lomba pidato berbahasa Jawa dan sering mendapat juara. (irs/isd/c1/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalimat demi kalimat bahasa Jawa itu keluar dengan lancar dari bibir Candy Raysha Novela. Nadanya naik-turun. Sesekali gadis 14 tahun tersebut mengucapkannya sembari berjalan, duduk, dan berdiri. Tampak betul dia membawakannya dengan penuh penghayatan.

Aksi memukau itu terlihat saat Candy memeragakan tokoh Mbok Dhadhap, prajurit, Pangeran Timur, dan Prigel secara bergantian dalam lomba bercerita bahasa Jawa tingkat Kota Madiun akhir tahun lalu. Kala itu dia berhasil meraih juara I menyisihkan 28 peserta lainnya. ”Judulnya Prigel, berkisah tentang bakti anak kepada orang tua. Durasinya maksimal tujuh menit,” kata Candy.

Meski begitu, juri sempat memberi catatan terhadap penampilan Candy. Misalnya, kata dodolan yang seharusnya menggunakan ’’da’’, bukan ’’dha”. Juga ngadek yang mestinya juga memakai ‘’da’’. ‘’Sempat deg-degan juga waktu mau tampil karena peserta lain bagus-bagus,” kenang warga Jalan Raya Tiron, Nglames, Kabupaten Madiun, itu.

Baca Juga :  Stefanus Andika Yunianto Dkk Enggan Berpaling dari Skateboard

Lomba tersebut memang menuntut Candy mampu menghafal naskah, memberikan intonasi pelafalan, dan mengekspresikan setiap karakter di cerita dengan baik. Namun, saat bercerita diupayakan tidak seperti hafalan. Melainkan mengalir layaknya orang bertutur. ‘’Persiapannya butuh waktu seminggu,’’ sebut siswi SMPN 12 Kota Madiun itu.

Bukan kali ini saja Candy terjun di lomba berbau bahasa Jawa. Sejak kecil putri pasangan Himawan dan Winarti itu kerap mengikuti lomba pidato berbahasa Jawa dan sering mendapat juara. (irs/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/