alexametrics
24 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Lahan Siap, Wali Kota Maidi Berharap Rusunawa III Tahun Ini Digarap

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) III diharapkan rampung tahun ini. Seperti halnya rusunawa I dan II, proyek ini dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). ‘’Lahan sudah siap, sudah kami laporkan ke Jakarta (Kemen PUPR, Red),’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu (5/3).

Maidi menjelaskan, pemkot sudah menyiapkan lahan bekas pemakaman etnis Tionghoa alias bongpay Manguharjo untuk lokasi rusunawa III. Sehingga, dia sangat berharap pusat segera menindaklanjuti tahun ini. ‘’Ketika anggaran dari Jakarta  turun, lahan siap, pembangunan dapat segera dikerjakan,’’ lanjut Maidi.

Setelah menerima laporan kesiapan lahan, lazimnya Kemen PUPR akan meninjau lokasi. Untuk memastikan sudah memenuhi standar pengerjaan atau belum. Pun, tidak menutup kemungkinan pengerjaan bakal mundur jika lahan dinilai belum layak. ‘’Insya Allah sudah sesuai standar, harapannya rusunawa III selesai dibangun tahun ini,’’ ujarnya.

Di kawasan eks bongpay di Jalan Hayam Wuruk sisi timur itu tersedia lahan seluas 9.837 meter persegi. Namun, hanya sepertiga atau sekitar 3.279 meter persegi dimanfaatkan untuk rusunawa III. Sedangkan sisa lahan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan. ‘’Rusunawa III masuk zona privat,’’ sebut Maidi.

Baca Juga :  SMPN 6 Bukan HCS, Melainkan CHSS

Dalam grand design pengembangan kawasan tersebut, total lahan dibagi tiga zona. Pertama zona publik yang terdiri dari taman bermain, sentra UMKM, masjid, dan lapangan olahraga. Kedua, zona semipublik terdiri dari pendapa dan kantor Kelurahan Manguharjo, ruang terbuka hijau (RTH), serta tempat parkir.

Sedangkan zona ketiga atau privat terdiri dari tiga tower rusunawa, kantor pengelola, dan gedung pertemuan. Masing-masing menara terdiri dari enam lantai. Pemkot juga akan membangun pasar loak. ‘’Mewadahi masyarakat kawasan agar ekonomi tetap jalan,’’ terang Maidi.

Rencananya, rusunawa III memiliki 110 unit kamar. Dengan kapasitas maksimal 200 orang. Sekitar 54 kepala keluarga (KK) atau 168 jiwa yang saat ini tinggal di kawasan bongpay menjadi prioritas penghuni rusunawa III. Syaratnya, wajib warga kota sesuai KTP. Juga masuk dalam data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) III diharapkan rampung tahun ini. Seperti halnya rusunawa I dan II, proyek ini dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). ‘’Lahan sudah siap, sudah kami laporkan ke Jakarta (Kemen PUPR, Red),’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu (5/3).

Maidi menjelaskan, pemkot sudah menyiapkan lahan bekas pemakaman etnis Tionghoa alias bongpay Manguharjo untuk lokasi rusunawa III. Sehingga, dia sangat berharap pusat segera menindaklanjuti tahun ini. ‘’Ketika anggaran dari Jakarta  turun, lahan siap, pembangunan dapat segera dikerjakan,’’ lanjut Maidi.

Setelah menerima laporan kesiapan lahan, lazimnya Kemen PUPR akan meninjau lokasi. Untuk memastikan sudah memenuhi standar pengerjaan atau belum. Pun, tidak menutup kemungkinan pengerjaan bakal mundur jika lahan dinilai belum layak. ‘’Insya Allah sudah sesuai standar, harapannya rusunawa III selesai dibangun tahun ini,’’ ujarnya.

Di kawasan eks bongpay di Jalan Hayam Wuruk sisi timur itu tersedia lahan seluas 9.837 meter persegi. Namun, hanya sepertiga atau sekitar 3.279 meter persegi dimanfaatkan untuk rusunawa III. Sedangkan sisa lahan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan. ‘’Rusunawa III masuk zona privat,’’ sebut Maidi.

Baca Juga :  Ribuan Petani Tak Dapat Klaim Ganti Rugi

Dalam grand design pengembangan kawasan tersebut, total lahan dibagi tiga zona. Pertama zona publik yang terdiri dari taman bermain, sentra UMKM, masjid, dan lapangan olahraga. Kedua, zona semipublik terdiri dari pendapa dan kantor Kelurahan Manguharjo, ruang terbuka hijau (RTH), serta tempat parkir.

Sedangkan zona ketiga atau privat terdiri dari tiga tower rusunawa, kantor pengelola, dan gedung pertemuan. Masing-masing menara terdiri dari enam lantai. Pemkot juga akan membangun pasar loak. ‘’Mewadahi masyarakat kawasan agar ekonomi tetap jalan,’’ terang Maidi.

Rencananya, rusunawa III memiliki 110 unit kamar. Dengan kapasitas maksimal 200 orang. Sekitar 54 kepala keluarga (KK) atau 168 jiwa yang saat ini tinggal di kawasan bongpay menjadi prioritas penghuni rusunawa III. Syaratnya, wajib warga kota sesuai KTP. Juga masuk dalam data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/