alexametrics
30.3 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Pertamina Naikkan Harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Gonjang-ganjing penyesuaian harga elpiji belum usai, Pertamina menaikkan harga tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Yakni, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite. ‘’Naik kisaran Rp 500 sampai Rp 1.000,’’ kata Section Head Communication PT Pertamina Marketing Region Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Arya Yusa Dwi Candra, Sabtu (5/3).

Arya menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi berbeda di tiap wilayah Indonesia. Untuk Kota Madiun yang masuk region Jawa dan Bali, pertamax turbo (RON 98) naik dari Rp 13.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Sedangkan pertamina dex yang semula Rp 13.200 kini Rp 13.700. Sementara, dexlite naik dari Rp 12.150 menjadi Rp 12.950 per liter. ‘’Penyesuaian harga berlaku per 3 Maret,’’ ujarnya.

Dia memastikan BBM jenis pertamax dan pertalite tidak ada penyesuaian harga alias tidak mengalami kenaikan. Pertalite masih dibanderol Rp 7.650 per liter. Sedangkan pertamax tidak berubah dari nominal Rp 9.000. ‘’Apa penyebab kenaikannya, sejauh ini kami belum mengetahui,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ikut OPOP Expo, Pertamina Dukung Pemberdayaan Pesantren di Jatim

Anggita Langgeng Wijaya, pengamat ekonomi Universitas PGRI Madiun (Unipma), menduga kenaikan BBM nonsubsidi merupakan dampak invasi Rusia ke Ukraina. ‘’Perang itu membuat harga minyak dunia tidak stabil,’’ ujar dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unipma itu.

Meski begitu, Langgeng memperkirakan kenaikan harga tiga jenis BBM itu tidak akan menimbulkan gejolak besar di masyarakat. Sebab, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite acap digunakan kalangan warga menengah ke atas. ‘’Selama ini warga umumnya pakai pertamax, pertalite, dan solar subsidi,’’ tuturnya. (ggi/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Gonjang-ganjing penyesuaian harga elpiji belum usai, Pertamina menaikkan harga tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Yakni, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite. ‘’Naik kisaran Rp 500 sampai Rp 1.000,’’ kata Section Head Communication PT Pertamina Marketing Region Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Arya Yusa Dwi Candra, Sabtu (5/3).

Arya menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi berbeda di tiap wilayah Indonesia. Untuk Kota Madiun yang masuk region Jawa dan Bali, pertamax turbo (RON 98) naik dari Rp 13.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Sedangkan pertamina dex yang semula Rp 13.200 kini Rp 13.700. Sementara, dexlite naik dari Rp 12.150 menjadi Rp 12.950 per liter. ‘’Penyesuaian harga berlaku per 3 Maret,’’ ujarnya.

Dia memastikan BBM jenis pertamax dan pertalite tidak ada penyesuaian harga alias tidak mengalami kenaikan. Pertalite masih dibanderol Rp 7.650 per liter. Sedangkan pertamax tidak berubah dari nominal Rp 9.000. ‘’Apa penyebab kenaikannya, sejauh ini kami belum mengetahui,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pertamina Sediakan Layanan Kesehatan di Jalur Tol Wilayah Jatim

Anggita Langgeng Wijaya, pengamat ekonomi Universitas PGRI Madiun (Unipma), menduga kenaikan BBM nonsubsidi merupakan dampak invasi Rusia ke Ukraina. ‘’Perang itu membuat harga minyak dunia tidak stabil,’’ ujar dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unipma itu.

Meski begitu, Langgeng memperkirakan kenaikan harga tiga jenis BBM itu tidak akan menimbulkan gejolak besar di masyarakat. Sebab, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite acap digunakan kalangan warga menengah ke atas. ‘’Selama ini warga umumnya pakai pertamax, pertalite, dan solar subsidi,’’ tuturnya. (ggi/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/