alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Masjid Bersejarah Sepi Peziarah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada keramaian di kompleks Masjid Besar Kuncen. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini masjid bersejarah itu sepi peziarah.

Ketua Takmir Masjid Besar Kuncen Muhammad Effendi menuturkan, di masa pandemi ini peziarah turun drastis. Pun, keluarga keturunan dari sederet tokoh di sana banyak yang berdomisili di luar kota. ‘’Saat situasi masih normal, makam dan masjid tak pernah sepi. Setiap saat ada peziarah. Baik pagi, siang, hingga menjelang magrib,’’ katanya Senin (4/5).

Beberapa kegiatan Ramadan di Masjid Besar Kuncen ditiadakan. Seperti ceramah setelah salat Tarawih dan Subuh, peringatan nuzululquran, maupun iktikaf di malam-malam ganjil. ‘’Tarawih dan tadarus masih tetap dilangsungkan dengan protap ketat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Ring Road Timur Diproyeksikan Pecah Kemacetan

Pengajian kitab ushfuriah selepas magrib juga ditiadakan. Rutinan Jumat malam oleh Kiai Syamsul Ma’arif dari Gading itu biasanya diikuti seratusan orang dalam sekali pertemuan. ‘’Ramadan tahun ini memang beda,’’ tuturnya.

Di kompleks makam bersemayam makam beberapa tokoh penting Madiun. Seperti Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno (bupati pertama Madiun periode 1568-1586). Juga, para penerusnya mulai Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno (Raden Mas Bagus Petak atau Mangkunegoro I), Adipati Martoloyo (Mangkunegoro II), Adipati Belitar (Kiai Irodikromo alias Mangkunegoro II), dan Pangeran Tumenggung Balitar Tumapel (Mangkunegoro IV). (mg3/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada keramaian di kompleks Masjid Besar Kuncen. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini masjid bersejarah itu sepi peziarah.

Ketua Takmir Masjid Besar Kuncen Muhammad Effendi menuturkan, di masa pandemi ini peziarah turun drastis. Pun, keluarga keturunan dari sederet tokoh di sana banyak yang berdomisili di luar kota. ‘’Saat situasi masih normal, makam dan masjid tak pernah sepi. Setiap saat ada peziarah. Baik pagi, siang, hingga menjelang magrib,’’ katanya Senin (4/5).

Beberapa kegiatan Ramadan di Masjid Besar Kuncen ditiadakan. Seperti ceramah setelah salat Tarawih dan Subuh, peringatan nuzululquran, maupun iktikaf di malam-malam ganjil. ‘’Tarawih dan tadarus masih tetap dilangsungkan dengan protap ketat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gabah Trendam Banjir, Petani Buntung Jutaan Rupiah

Pengajian kitab ushfuriah selepas magrib juga ditiadakan. Rutinan Jumat malam oleh Kiai Syamsul Ma’arif dari Gading itu biasanya diikuti seratusan orang dalam sekali pertemuan. ‘’Ramadan tahun ini memang beda,’’ tuturnya.

Di kompleks makam bersemayam makam beberapa tokoh penting Madiun. Seperti Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno (bupati pertama Madiun periode 1568-1586). Juga, para penerusnya mulai Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno (Raden Mas Bagus Petak atau Mangkunegoro I), Adipati Martoloyo (Mangkunegoro II), Adipati Belitar (Kiai Irodikromo alias Mangkunegoro II), dan Pangeran Tumenggung Balitar Tumapel (Mangkunegoro IV). (mg3/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/