alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Mau Dapat Bantuan Sosial, Pemkot Madiun Data Ulang Disabilitas dan Lansia

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kota Madiun tahun ini mendata jumlah penyandang disabilitas dan lansia ngebrok. Itu dilakukan agar bantuan bagi kedua kelompok tersebut lebih merata.

Hasil pendataan yang dihimpun dari kelurahan-kelurahan, saat ini terdapat 505 penyandang disabilitas. Perinciannya, 436 dewasa dan 69 anak-anak. ‘’Sedangkan jumlah lansia ngebrok ada 284 orang,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos-P3A Esti Handayani, Kamis (5/5).

Esti menyebutkan, disabilitas yang disandang ratusan warga itu meliputi kategori ringan, sedang, dan berat. Namun, hanya kategori berat yang mendapatkan bantuan rutin dari provinsi. Yakni, Rp 300 ribu yang dibayarkan tiga bulan sekali. ‘’Penerima bantuan saat ini ada 47 orang. Tahun depan mungkin bertambah setelah pendataan ini selesai,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pembangunan Ring Road Timur Masuk Tahap Perencanaan

Dia menuturkan, tahun ini pemkot tidak menganggarkan bantuan disabilitas di APBD. Namun, Esti memastikan mulai tahun depan ada bantuan khusus untuk seluruh disabilitas dengan program khusus pula. Juga ada rencana membangun posyandu untuk perawatan maupun pemberdayaan penyandang disabilitas dan lansia ngebrok.

‘’Sudah ada beberapa alat terapi sumbangan dari instansi yang belum sempat digunakan. Kami butuh tempat serta SDM (sumber daya manusia) yang mampu mengoperasikan alatnya dengan baik,’’ papar Esti.

Pihaknya bakal mendata penyandang disabilitas anak yang tidak mengenyam pendidikan. Sebab, tak sedikit yang orang tuanya malu menyekolahkan ke SLB. ‘’Atau merasa mampu mengajari secara mandiri di rumah,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kota Madiun tahun ini mendata jumlah penyandang disabilitas dan lansia ngebrok. Itu dilakukan agar bantuan bagi kedua kelompok tersebut lebih merata.

Hasil pendataan yang dihimpun dari kelurahan-kelurahan, saat ini terdapat 505 penyandang disabilitas. Perinciannya, 436 dewasa dan 69 anak-anak. ‘’Sedangkan jumlah lansia ngebrok ada 284 orang,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos-P3A Esti Handayani, Kamis (5/5).

Esti menyebutkan, disabilitas yang disandang ratusan warga itu meliputi kategori ringan, sedang, dan berat. Namun, hanya kategori berat yang mendapatkan bantuan rutin dari provinsi. Yakni, Rp 300 ribu yang dibayarkan tiga bulan sekali. ‘’Penerima bantuan saat ini ada 47 orang. Tahun depan mungkin bertambah setelah pendataan ini selesai,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Akhirnya Starbucks Sapa Pelanggannya di Madiun!

Dia menuturkan, tahun ini pemkot tidak menganggarkan bantuan disabilitas di APBD. Namun, Esti memastikan mulai tahun depan ada bantuan khusus untuk seluruh disabilitas dengan program khusus pula. Juga ada rencana membangun posyandu untuk perawatan maupun pemberdayaan penyandang disabilitas dan lansia ngebrok.

‘’Sudah ada beberapa alat terapi sumbangan dari instansi yang belum sempat digunakan. Kami butuh tempat serta SDM (sumber daya manusia) yang mampu mengoperasikan alatnya dengan baik,’’ papar Esti.

Pihaknya bakal mendata penyandang disabilitas anak yang tidak mengenyam pendidikan. Sebab, tak sedikit yang orang tuanya malu menyekolahkan ke SLB. ‘’Atau merasa mampu mengajari secara mandiri di rumah,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/